Sal Priadi menjadi salah satu penyanyi dan musisi ternama Tanah AIr yang turut melebarkan kariernya di dunia akting. Terbaru, ia kembali menyapa pecinta layar lebar lewat film Monster Pabrik Rambut yang baru saja tayang di bioskop sejak 4 Juni 2026 lalu.
Ini bukan kali pertama Sal Priadi bermain film. Ia sudah memulai debut aktingnya di layar lebar lewat film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021). Terhitung, sudah ada sekitar empat judul film yang dibintangi oleh pelantun tembang lagu “Ada titik-titik di ujung doa’ tersebut.
Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (13/6/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Sal Priadi.
Baca Juga: Eks Member Coboy Junior, Intip Jejak Karier Iqbaal Ramadhan di Dunia Musik dan Film
Profil Sal Priadi
Penyanyi, penulis lagu, sekaligus aktor Sal Priadi memiliki nama lengkap Salmantyo Ashrizky Priadi. Pria yang lahir di Malang, Jawa Timur, pada 30 April 1992 ini dikenal luas berkat karya-karyanya yang puitis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kehidupan pribadinya, Sal menikah dengan Sarah Deshita Affandi pada 2019. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putra bernama Sejak Barat yang lahir pada 12 Mei 2020.
Kehadiran keluarga kecilnya juga kerap menjadi sumber inspirasi bagi Sal dalam berkarya. Terlihat, dari sejumlah lagu yang diciptakan seringkali terinspirasi dari keluarga kecilnya tersebut.
Sebut saja seperti single "Kita Usahakan Rumah Itu", yang disebut lahir dari gambaran rumah impian yang ingin dibangun bersama sang istri. Pun dengan lagu "Mesranya Kecil-Kecilan Dulu" yang diciptakan sebagai ungkapan kasih sayangnya untuk sang putra, Barat.
Perjalanan Karier
Karier Sal Priadi di industri musik dimulai dengan cara yang sederhana. Sejak 2015, ia aktif mengunggah berbagai lagu cover melalui akun SoundCloud pribadinya. Dari sana, namanya perlahan mulai dikenal hingga akhirnya merilis single debut berjudul Kultusan pada 2017 di bawah naungan GZZ Records.
Setahun kemudian, Sal kembali merilis lagu Ikat Aku di Tulang Belikatmu. Lagu yang dirilis pada 8 Juni 2018 tersebut mendapat respons positif dan mengantarkannya masuk nominasi Artis Solo Pria Pop Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018. Di tahun yang sama, ia juga merilis single Melebur Semesta.
Produktivitas Sal berlanjut pada 2019 dengan merilis lagu Jangan Bertengkar Lagi Ya? OK? OK! yang diproduseri oleh Pamungkas. Pada tahun yang sama, ia juga berkolaborasi dengan Nadin Amizah melalui lagu Amin Paling Serius, yang kemudian menjadi salah satu karya paling populer dalam perjalanan kariernya.
Pada 20 Februari 2020, Sal merilis album studio perdananya yang bertajuk Berhati. Beberapa bulan setelahnya, ia kembali menghadirkan karya baru berjudul Irama Laot Teduh yang diproduseri oleh Ari Renaldi.
Baca Juga: Karier Ardhito Pramono, Sukses di Musik hingga Dunia Akting
Tak hanya sukses sebagai musisi dan penulis lagu, Sal juga melebarkan sayapnya ke dunia seni peran. Debutnya di layar lebar dimulai lewat film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas pada 2021 dengan memerankan karakter Tokek.
Setelah itu, ia tampil dalam sejumlah film lain seperti Ketika Berhenti di Sini (2023), 24 Jam Bersama Gaspar (2024), hingga menjadi pengisi suara karakter Max dalam film animasi Petualangan Paddle Pop: Game On! (2025).
Pada 2026, Sal kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akting lewat film Monster Pabrik Rambut yang tayang perdana di Festival Film Internasional Berlin 2026. Ia juga terlibat sebagai pengisi suara dalam film Garuda di Dadaku yang dijadwalkan tayang mendatang.
Selain film, Sal turut aktif di panggung teater. Ia memulai debut teaternya melalui pertunjukan Anugerah Terindah pada 2020. Setelah itu, ia membintangi sejumlah pementasan lain, seperti Setelah Lewat Djam Malam dan Serial Musikal Payung Fantasi.
Eksplorasi Sal di dunia seni peran juga mencakup serial web. Ia pernah tampil sebagai Gilang dalam Imperfect the Series pada 2021, serta memerankan Bambang dalam serial Joko Anwar's Nightmares and Daydreams yang dirilis pada 2024.
Penghargaan & Nominasi
Seiring perjalanan kariernya yang terus berkembang, Sal Priadi juga berhasil mengukir sejumlah prestasi dan penghargaan di industri musik maupun perfilman Indonesia.
Namanya pertama kali masuk dalam daftar nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) 2018 melalui lagu Ikat Aku di Tulang Belikatmu pada kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik. Setahun kemudian, ia kembali meraih dua nominasi AMI Awards, yakni lewat lagu Melebur Semesta untuk kategori Artis Solo Pria/Wanita Alternatif Terbaik serta Amin Paling Serius, hasil kolaborasinya bersama Nadin Amizah, pada kategori Karya Produksi Kolaborasi Terbaik.
Kolaborasi Amin Paling Serius juga mengantarkannya masuk nominasi Top Collaboration Song of the Year dalam ajang Billboard Indonesia Music Awards 2020. Pada tahun yang sama, Sal kembali memperoleh nominasi AMI Awards melalui lagu Nyala.
Konsistensinya dalam berkarya berlanjut pada 2021 dan 2022. Lagu Serta Mulia masuk nominasi Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik di AMI Awards 2021, sementara lagu Lewat sudah pukul dua, makin banyak bicara kita kembali membawanya masuk nominasi Artis Solo Pria/Wanita Alternatif Terbaik pada AMI Awards 2022.
Baca Juga: Rekam Jejak Bisnis Reza Arap: dari Musik hingga Industri Hiburan dan E-Sports
Tak hanya di dunia musik, kiprah Sal di bidang akting juga mendapat apresiasi. Berkat perannya dalam film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, ia masuk nominasi Aktor Pendatang Baru Terpilih di Piala Maya 2022.
Pada tahun yang sama, ia juga dinominasikan dalam kategori Pendatang Baru Terbaik dan Pendatang Baru Terfavorit di Indonesian Movie Actors Awards (IMAA). Dari ajang tersebut, Sal berhasil membawa pulang penghargaan Pendatang Baru Terbaik.
Masih pada 2022, Sal juga menerima nominasi Festival Film Indonesia (FFI) untuk kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik melalui lagu Ambilkan Bintang yang menjadi soundtrack film Autobiography.
Pencapaian terbesar dalam karier musiknya datang pada Anugerah Musik Indonesia 2024. Lewat lagu Gala Bunga Matahari, Sal berhasil meraih penghargaan Artis Solo Pria Pop Terbaik. Di ajang yang sama, albumnya Markers and Such Pens Flashdisks turut masuk nominasi Album Pop Terbaik dan Album Terbaik-Terbaik, sementara Gala Bunga Matahari juga dinominasikan dalam kategori Karya Produksi Terbaik-Terbaik.