Binance Charity, badan filantropi dari ekosistem blockchain global Binance, dan Tokocrypto memberikan donasi bersama senilai Rp1,4 miliar untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan ini disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan di wilayah terdampak. Dana tersebut akan dimanfaatkan oleh PMI untuk merespons kebutuhan krusial masyarakat, termasuk penyediaan makanan, air bersih, perawatan kesehatan, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Baca Juga: Lewat Lion Heart Run 2026, Generali Indonesia Salurkan Donasi Rp1,7 Miliar untuk Kebaikan

”Doa kami menyertai semua pihak yang terdampak bencana ini, terutama mereka yang kehilangan orang-orang terkasih, tempat tinggal, atau akses ke layanan penting,” kata Richard Teng, Co-CEO Binance, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

“Melalui kontribusi ini, kami berharap dapat mendukung PMI dalam menyalurkan bantuan tepat waktu kepada korban. Binance Charity senantiasa siap bersinergi dengan organisasi lokal terpercaya untuk membantu masyarakat pulih dari krisis kemanusiaan,” imbuh Richard.

Tokocrypto akan berperan melalui kehadiran lokal dan pemahamannya mengenai kondisi masyarakat di Indonesia, membantu Binance Charity mengoordinasikan bantuan bersama PMI agar tepat sasaran dan sesuai prioritas di lapangan.

Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan langkah solidaritas Tokocrypto terhadap krisis kemanusiaan yang sedang terjadi.

“Kekuatan Indonesia selalu berakar pada ketangguhan dan solidaritas rakyatnya. Di saat keluarga yang terdampak sedang menghadapi kesulitan luar biasa, sangatlah penting bagi kita untuk bersatu dan bertindak cepat. Kami tergerak untuk bahu-membahu bersama Binance Charity dan PMI, memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan bantuan secepat mungkin,” ujar Calvin.

Penyaluran donasi ini akan menggabungkan dua pendekatan: dukungan langsung untuk upaya kemanusiaan di lapangan bersama PMI, serta penyaluran bantuan keuangan darurat denganmemanfaatkan teknologi blockchain kepada penerima yang memenuhi kriteria di wilayah terdampak. Kriteria penerima, besaran alokasi, serta jadwal distribusinya akan diumumkan secara terpisah.

"Kami tetap berkomitmen memanfaatkan teknologi blockchain untuk menghadirkan bantuan yang cepat, transparan, dan efisien bagi mereka yang paling membutuhkan," ujar Richard. Hal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Binance Charity untuk mendayagunakan inovasi demi kebaikan sosial di tengah krisis kemanusiaan.

Inisiatif ini melanjutkan rekam jejak Binance Charity dalam program bantuan bencana sebelumnya di Asia Tenggara dan berbagai penjuru dunia, sekaligus membuktikan bahwa perpaduan inovasi teknologi dan kolaborasi kemanusiaan dapat mewujudkan transparansi, efisiensi, dan dampak konkret pada skala global.