Kepala Disperindag KUKM Kab. Kebumen Haryono Wahyudi menilai Desa Emas sebagai program yang luar biasa dan sangat relevan untuk diterapkan di Kabupaten Kebumen, mengingat terdapat 449 desa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

"Pemerintah Kabupaten Kebumen siap memberikan dukungan penuh melalui kolaborasi dengan Dekranasda dan berbagai program kerja Disperindag, seperti Pelatihan pemberdayaan UMKM, Program inkubasi bisnis dan sinkronisasi tujuan dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan," kata Haryono.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat desa, dengan fokus khusus pada pemberdayaan perempuan. 

"Jika model ini berhasil direplikasi di banyak desa, perempuan di Kebumen diharapkan menjadi lebih berdaya, berkemampuan, dan mampu memajukan ekonomi lokal," ungkapnya.

Haryono mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Indonesia Setara, INOTEK dan Pelepah Berdaya atas inisiasi kerja sama ini. 

"Besar harapan agar kolaborasi ini terus berlanjut secara berkesinambungan dan bisa direplikasi ke desa-desa lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kab. Kebumen, Nurjannah Zaeni Miftah menyatakan dukungan kuat terhadap program Desa Emas. Beliau menilai program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kebumen, khususnya dalam aspek lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif.

"Pemanfaatan pelepah pisang sangat tepat karena komoditas pisang di Kebumen sangat melimpah, program ini dinilai strategis untuk mengubah limbah/potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi," ujar Nurjannah.

Ia juga melihat pemberdayaan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi Kabupaten Kebumen secara keseluruhan.

"Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yakni dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru," jelasnya.

Nurjannah juga melihat program tersebut penting untuk dilakukan secara berkelanjutan karena dapat menjadi salah satu upaya pengentasan masalah sosial yakni dengan membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah Kebumen.

"Kegiatan ini dapat membuat ibu-ibu rumah tangga agar menjadi perempuan yang lebih berdaya secara ekonomi," jelas Nurjannah.