Board of Director PT Kalbe Farma Tbk 2015-2021, Djonny Hartono, mengatakan bahwa ada beberapa alasan orang sales kerap dianggap sebagai anak emas di perusahaan.
Selain karena sebagai divisi yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan, Djonny Hartono menjelaskan bahwa pengambilan keputusan sering dipengaruhi oleh kesamaan latar belakang antara pemimpin dengan individu yang dipilih untuk menempati posisi tertentu.
Baca Juga: IBM Dukung Pertumbuhan Perusahaan Indonesia dengan Agentic AI
Perusahaan yang dipimpin oleh sosok dengan latar belakang karier di bidang sales cenderung memberikan kepercayaan lebih besar kepada individu dari divisi yang sama untuk mengisi posisi strategis di perusahaan.
“Favoritisme atau anak emas biasanya muncul karena background. Ketika pemimpin merekrut anggota tim, kadang mereka memilih dari kesamaan latar belakang yang, entah sekolah yang sama, entah dari daerah yang sama, bahkan posisi yang sama di dalam perusahaan,” ujarnya belum lama ini, dikutip Selasa (16/6/2026).
Djonny menyampaikan, cara paling efektif untuk menghadapi pemimpin yang cenderung membentuk anak emas di lingkungan kerja adalah dengan fokus kepada kinerja berbasiskan fakta dan data.
“Memang, ada anggapan, orang yang sales sering dipilih karena kemampuannya mencari pemasukan. Padahal, mengelola cabang, mengelola bisnis, tidak melulu orang yang bisa cari uang. Mengelola bisnis selain menghasilkan revenue, seorang pemimpin harus bisa memastikan pembayaran, mengelola inventory, mengelola operasional, mengelola HR, dan masih banyak lainnya,” ujarnya.
Dia menegaskan, “Caranya bagaimana menghadapi favoritisme yang muncul? Sebuah perusahaan harus mengambil keputusan berdasarkan data, dari target yang dicapai, KPI, lalu di-review secara transparan.”