Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara merespons tuntutan BEM Seluruh Indonesia (SI) yang mendesak pemerintah bergerak cepat dalam waktu 18 hari memperbaiki ekonomi Indonesia di tengah anjloknya nilai tukar rupiah sekarang ini. 

Pras sapaan Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah sangat optimis ekonomi Indonesia bisa pulih dalam waktu dekat, namun hal itu tidak bisa dipatok dalam 18 hari kerja. Dia mengatakan upaya pemulihan ekonomi butuh proses panjang dan memakan waktu.

Baca Juga: Rupiah Menguat Nyaris ke Bawah Rp18.000 Usai Kejutan Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

“Ya mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan begitu. Tidak, tidak semuanya bisa seperti itu," tegas Prasetyo ketika ditemui di Gedung DPR RI Selasa (9/6/2026).

‘Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah semangatnya itu. Semangatnya untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," tambahnya.

Pras mengatakan, pemerintah sangat terbuka pada semua masukan masyarakat termasuk dari BEM SI. 

Dia mengatakan selama ini pemerintah sudah bersusah payah memulihkan ekonomi Indonesia namun dampaknya memang belum begitu terasa, sebab ambruknya perekonomian sekarang ini dipengaruhi banyak faktor dan menyasar berbagai negara lain.

"Tapi sekali lagi, kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan ini," pungkasnya.

Adapun desakan BEM SI yang menuntut pemerintah memulihkan ekonomi dalam 18 hari itu disampaikan dalam unjuk rasa bertajuk “Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat" yang dihelat depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

"Kalau kita melihat hari ini, untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp18.000, kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia," kata Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama.

Menurut dia, angka 18 hari dipilih sebagai simbol yang dikaitkan dengan nilai tukar rupiah yang tengah mengalami tekanan. 

Baca Juga: Janji-janji Nanik S Deyang

"Oleh karena itu, jika dalam waktu 18 hari tidak ada upaya perbaikan, maka jangan salahkan kami selaku mahasiswa untuk nanti melakukan penyegelan-penyegelan yang akan kami lakukan dalam tenggat waktu 18 hari di Kementerian Keuangan," ujarnya.