Kisah Pondok Indah

Salah satu contoh nyata dari filosofi Ciputra ini adalah pengembangan kawasan Pondok Indah. Dikatakannya, sekitar 35 tahun lalu, kawasan ini masih sulit diakses dari Kebayoran Baru. Perjalanan bisa memakan waktu hingga setengah jam karena harus berputar jauh.

Ciputra melihat potensi besar di kawasan tersebut, tetapi juga melihat satu masalah besar, yaitu akses jalan.

“Saya meninjau daerah ini. Wah, ini hebat sekali daerah ini. Bagaimana caranya? Saya membuat satu jalan Margaguna. Hanya beberapa ratus meter sehingga dari Kebayanan Baru ke Pondok Indah bukan setengah jam, cukup lima menit,” papar Ciputra.

Dijelaskan Ciputra, Jalan Margaguna itu mungkin terlihat sederhana, hanya beberapa ratus meter. Tetapi kata dia, dampaknya luar biasa, kawasan yang tadinya jauh secara waktu tiba-tiba menjadi sangat dekat secara aksesibilitas.

Tak hanya itu, nilai tanah pun meningkat, aktivitas ekonomi tumbuh, dan Pondok Indah berkembang menjadi kawasan prestisius.

“Nah itu saya mencipta peluang, bukan mencari peluang,” tandas Ciputra.

Baca Juga: Kisah Ciputra Bertubi-tubi Menghadapi Kegagalan