Lebih lanjut, dr. Sukamto mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan dirinya tidak boleh divaksin hanya karena memiliki riwayat alergi tertentu.

Menurutnya, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah paling penting sebelum mengambil keputusan.

Tak hanya itu, dr. Sukamto menegaskan bahwa ada sejumlah kelompok yang justru sangat dianjurkan menerima vaksin influenza karena memiliki risiko komplikasi lebih tinggi bila terinfeksi flu. Salah satunya adalah ibu hamil di semua trimester kehamilan.

“Ibu hamil justru sangat dianjurkan vaksin influenza. Antibodi dari ibu bisa ditransfer ke bayi sehingga membantu melindungi bayi sebelum usia 6 bulan, karena bayi belum bisa divaksin,” jelasnya.

Menurut dr. Sukamto, vaksinasi influenza pada ibu hamil dapat membantu memberikan perlindungan tambahan bagi bayi setelah lahir, terutama pada masa awal kehidupan ketika sistem kekebalan tubuh bayi belum optimal.

Ia pun memaparkan, pasien autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan psoriasis juga termasuk kelompok yang dianjurkan menerima vaksin influenza.

dr. Sukamto mengatakan masih banyak pasien autoimun yang menganggap dirinya tidak boleh divaksin, padahal mereka justru lebih rentan terkena infeksi.

“Pasien autoimun justru rentan terkena infeksi. Jadi vaksinasi penting. Jangan langsung melabel diri tidak boleh vaksin, tetapi konsultasikan dengan dokter,” ujarnya.

dr. Sukamto menambahkan, vaksin influenza aman digunakan pada pasien autoimun karena termasuk vaksin inaktif atau bukan vaksin hidup.

Hal yang sama berlaku bagi pasien HIV, kanker, maupun pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Menurut dr. Sukamto, kelompok tersebut tetap dianjurkan menerima vaksin influenza meski respons imun tubuh mereka mungkin tidak sekuat orang sehat.

“Pasien HIV, kanker, atau yang sedang kemoterapi tetap boleh dan justru dianjurkan vaksin influenza,” katanya.

Selain itu, penderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan penyakit paru kronis juga termasuk kelompok dengan indikasi kuat untuk menerima vaksin influenza.

Begitu pula dengan lansia yang justru membutuhkan perlindungan lebih besar seiring bertambahnya usia.

“Semakin tua justru semakin perlu vaksinasi, bukan sebaliknya,” tegas dr. Sukamto.

Terakhir, dr. Sukamto pun berharap masyarakat tidak lagi takut menerima vaksin influenza hanya karena informasi yang kurang tepat.

Menurutnya, sebagian besar kondisi kesehatan bukan alasan untuk menolak vaksinasi, melainkan hanya membutuhkan konsultasi medis dan penyesuaian waktu yang tepat.

Baca Juga: Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI: Influenza Terjadi Sepanjang Tahun, Vaksinasi Jadi Kunci Perlindungan