Artha Graha Peduli (AGP) mengerahkan sekitar ratusan  personel dalam gelaran Harmoni Imlek Nusantara Festival 2026 sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan, keamanan, kesehatan. Selain itu, kontribusi nyata diwujudkan dalam  mendorong penguatan ekonomi UMKM melalui transaksi digital.

Sejak hari pertama pelaksanaan, AGP menurunkan 600 Tim Sapu Bersih bersih Sampah (Saber)  yang tersebar dari ring dalam hingga ring luar area acara, termasuk di kawasan UMKM. Seluruh personel diwajibkan menjaga kebersihan lingkungan, dengan prinsip setiap karyawan bertanggung jawab atas sampah yang berada di sekitarnya, tanpa terkecuali.

Selain aspek kebersihan, AGP juga terlibat dalam pengamanan dan pengaturan ketertiban, termasuk memberikan imbauan keselamatan kepada pengunjung, khususnya saat menyeberang jalan di area yang dinilai rawan. Tim kesehatan juga disiagakan di sejumlah titik strategis serta melalui unit mobile untuk memastikan acara berlangsung aman dan kondusif.

Baca Juga: PWI Pusat dan Artha Graha Peduli Gelar Baksos di Ponpes Nurul Ibad Banten

Di sektor ekonomi, melalui Bank Artha Graha Internasional (BAGI), Artha Graha turut memperkuat dukungan melalui digitalisasi transaksi. Seluruh pembayaran diarahkan menggunakan QRIS dengan program cashback hingga Rp100 ribu, guna mendorong literasi keuangan digital sekaligus meningkatkan omzet pelaku UMKM yang terlibat.

“Partisipasi kami tidak hanya memastikan acara berjalan bersih dan aman, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM serta mendorong transformasi digital dalam transaksi,” ujar Hanna Liles perwakilan manajemen Artha Graha Peduli kepada awak media, Sabtu (28/2/2026).

AGP juga membagikan voucher belanja Rp100 ribu kepada masyarakat dan komunitas binaan agar dapat bertransaksi langsung di tenant UMKM. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhelatan Parade Imlek Nusantara 2026 yang secara resmi dibuka Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar di Lapangan Banteng, Jakarta. Parade ini merupakan puncak rangkaian Festival Imlek Nasional yang berlangsung pada 22 Februari hingga 1 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Wamen Ekraf Irene menegaskan bahwa pelaksanaan parade yang bertepatan dengan bulan Ramadan mencerminkan nilai persatuan dan inklusivitas bangsa melalui kolaborasi lintas hexa helix, melibatkan pemerintah, komunitas, sektor swasta, tokoh agama, dan masyarakat.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Artha Graha Group Besutan Tomy Winata, Penguasa SCBD

“Indonesia adalah negara yang paling inklusif karena keberagaman tidak hanya kita ucapkan, tetapi kita buktikan dan kita rasakan setiap hari. Perayaan Imlek ini bukan milik satu kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan ras,” ujar Wamen Ekraf Irene saat membuka Parade Imlek Nusantara.

Parade menampilkan arak-arakan budaya yang memadukan tradisi Tionghoa dan Nusantara, mulai dari naga liong, barongsai, drum band, wushu, pencak silat, jaran kepang, hingga ondel-ondel. 

Long march dimulai dari kawasan Gereja Katedral menuju Lapangan Banteng, yang secara simbolis berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, menjadi representasi kuat harmoni dan toleransi.

Melalui integrasi antara pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, serta penguatan ekonomi digital, Harmoni Imlek Nusantara Festival 2026 diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga ekosistem yang memperkuat ekonomi kreatif berbasis keberagaman dan gotong royong.