Di tengah kesibukannya sebagai penyanyi dan figur publik, serta seorang ibu muda, Anggi Marito tetap menempatkan kesehatan sang buah hati sebagai prioritas utama.

Penyanyi jebolan Indonesian Idol Season 11 itu mengaku pernah menghadapi tantangan yang cukup menguras energi saat putrinya, Gemma Felicya Lourdes Ganessha atau yang akrab disapa Butet, mengalami masalah pencernaan.

Kini dikenal sebagai balita yang aktif dan menggemaskan di media sosial, Butet ternyata sempat melewati masa-masa yang membuat Anggi harus terjaga sepanjang malam.

"Pernah dilewati oleh Butet, tapi itu dulu. Jadi Butet tuh langganannya perut kembung. Perutnya sering banget kembung, jadinya malam benar-benar bangun-bangun terus. Bisa bangun tiga kali, empat kali, lima kali, enam kali, tujuh kali, bahkan sampai delapan kali," ungkap Anggi, saat press conference LACTOGROW Digestion Expert Lab, di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut Anggi, kondisi tersebut membuat waktu istirahat seluruh keluarga terganggu. Setelah mencari tahu penyebabnya, Anggi menyadari bahwa masalah utama yang dialami sang anak berasal dari sistem pencernaannya.

"Setelah dicari tahu, ternyata perutnya memang kembung. Tapi semuanya itu sudah terlewati dan sekarang sudah nggak lagi," katanya.

Selain perut kembung, Anggi juga menghadapi tantangan yang umum dialami banyak orang tua, yaitu fase Gerakan Tutup Mulut (GTM). Kondisi ini membuat anak menolak makan dan sering kali menjadi sumber kekhawatiran bagi para ibu.

"Kalau GTM itu pasti masih ya. Sudah dimasukin ke mulut, dikeluarin lagi. Itu yang paling bikin stres," ujar Anggi sambil tertawa.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin aktif mencari informasi mengenai kesehatan anak. Ia mengaku banyak belajar dari berbagai sumber untuk memahami hubungan antara masalah pencernaan dengan perilaku anak sehari-hari.

"Sebenarnya dulu aku nggak langsung mengaitkan rewel dengan pencernaan. Tapi sebagai mom, aku jadi lebih sering searching dan akhirnya aku tahu bahwa GTM, rewel, dan kondisi anak yang kurang nyaman itu ternyata berhubungan langsung dengan pencernaan. Setelah tahu, aku jadi lebih aware," jelasnya.

Baca Juga: Kesehatan Pencernaan Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, LACTOGROW Hadirkan Digestion Expert Lab

Bagi Anggi, kemudahan akses informasi saat ini sangat membantu para orang tua untuk terus belajar dan memahami kebutuhan anak.

Ia pun mengaku kerap memanfaatkan berbagai artikel dan sumber informasi yang tersedia secara online untuk menambah pengetahuan seputar tumbuh kembang buah hati.

"Soalnya memang informasinya tersedia di mana-mana. Aku juga suka buka Lactoclub, tinggal klik lewat smartphone atau buka laptop, banyak artikel-artikel menarik. Yang paling penting, banyak informasi tentang pencernaan anak di situ," tuturnya.

Tak hanya itu, dalam upayanya menjaga kesehatan pencernaan sang anak, Anggi mengaku lebih selektif dalam memilih asupan harian sang anak. Ia juga memastikan anak mendapatkan nutrisi yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembangnya.

"Aku semakin yakin setelah pakai LACTOGROW. Aku yakin Butet membutuhkan nutrisi terbaik. Perutnya nyaman, anakku nggak pernah kembung dan diare lagi. Dan makannya lahap banget," ujar Anggi saat ditemui dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Untuk menu harian, Anggi memilih makanan rumahan berbahan dasar real food. Sarapan biasanya terdiri dari nasi dan telur, sementara buah-buahan seperti semangka dan melon menjadi camilan favorit. Pada siang dan sore hari, ia menyiapkan sup ayam kampung, sedangkan segelas susu menjadi pelengkap sebelum tidur.

"Aku kasih makan sup ayam kampung lagi buat Butet, dan malamnya sebelum tidur aku kasih LACTOGROW," katanya.

Tak hanya memperhatikan asupan nutrisi, Anggi juga sangat berhati-hati terhadap lingkungan dan makanan yang dikonsumsi sang anak. Ia mengaku menghindari pemberian jajanan sembarangan demi menjaga kesehatan Butet.

"Aku nggak pernah kasih anak aku main-main di tempat yang kotor. Aku juga tidak pernah kasih seperti bakso atau cilok. Aku nggak mau ambil risiko anak sakit," tegasnya.

Bagi Anggi, pengalaman menghadapi masalah pencernaan pada anak menjadi pelajaran berharga. Ia pun berharap para orang tua tidak ragu mencari informasi yang tepat dan lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan pencernaan, karena kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas tidur, nafsu makan, hingga kenyamanan anak dalam beraktivitas sehari-hari.

"Jadi, jangan anggap sepele masalah pencernaan pada anak. Dari pengalaman saya, kondisi ini bisa berdampak pada tidur, nafsu makan, dan kenyamanan mereka. Karena itu, orang tua perlu lebih peka dan terus mencari informasi yang tepat," pungkas Anggi.

Baca Juga: Bermain Bersama Anak Jadi Momen Penting Si Kecil Belajar, LACTOGROW Galakkan Kampanye 'Main Jangan Main-Main'