Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat, Amien Rais melontarkan kritik keras kepada Presiden Prabowo Subianto, dia menilai kepala  negara tak bernyali untuk menyingkirkan loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini masih duduk di dalam pemerintahannya. 

Alih-alih menyingkirkan para pejabat loyalis Jokowi itu, Prabowo kata Amien justru tampak ikut memelihara mereka dengan tetap mempercayakan jabatan-jabatan strategis kepada mereka. 

Baca Juga: Jokowi Haus dan Lapar Kekuasaan Tanpa Batas, Amien Rais: Dia Bakal Berhenti Kalau Sudah Makan Tanah!

"Pertanyaan besar dan mendasar saya adalah mengapa Presiden Prabowo yang sudah hampir dua tahun berkuasa tidak berani mengganti Kapolri dan Panglima TNI," kata Amien dilansir Olenka.id Kamis (10/9/2026). 

"Dua tokoh kita ini menurut saya, ya saya bisa keliru, (tapi mereka) lahir batin hidup mati demi Jokowi," tambahnya. 

Sikap diam Prabowo yang terus-terus memberikan kekuasaan kepada kedua pejabat penting itu kata Amien mengonfirmasi bahwa Prabowo sendiri merupakan bagian dari loyalis Jokowi yang dapat melakukan apa pun demi melanggengkan kepentingan politik eks Gubernur DKI Jakarta itu. 

"Nah jangan sampai kita melihat paradoks Prabowo, omongannya galak-galak berjuang untuk bangsa, mati demi bangsa dan negara, jebul hidup dan mati untuk gurunya yang tidak punya ijazah asli, SD-SD, SMP, SMA, dan ijazah S1, terus berkelanjutan," katanya.

Pernyataan tersebut kembali merupakan pandangan dan tudingan Amien yang disampaikan dalam kritik politiknya.

Dalam kesempatan itu, Amien juga turut menyentil keras Jokowi yang disebutnya tetap haus dan lapar pada kekuasaan. Dia mengatakan Jokowi menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kembali kekuasaan secara mutlak dan bisa mengontrol Indonesia. 

"Apakah Jokowi sudah edan? Jokowi tidak edan tetapi nekat dan kenekatannya belum sampai titik saturasi. Titik jenuh belum, masih terus-terus berpencaksilat politik yang berbahaya buat kelanjutan Indonesia," ujarnya. 

Meski melontarkan kritik keras, Amien mengatakan tetap menghargai pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda.

Ia juga menyerukan agar demokrasi tetap dijaga. Namun, Amien mengusulkan apa yang disebutnya sebagai agenda "dijokowisasi".

Baca Juga: Pendukung Jokowi Ngarep Prabowo Kembali Gandeng Gibran di 2029, Amien Rais Nyeletuk: Mustahil Fufufafa Diajak Lagi!

"Nah, saudara-saudara yang berpendapat lain, tetap saya hargai. Kita hidupkan terus demokrasi, tetapi dijokowisasi harus kita jadikan agenda politik demi masa depan bangsa dan negara Indonesia," pungkasnya.