AQUA memperkenalkan pendekatan edukasi untuk mengajak keluarga lebih memahami kualitas air minum yang dikonsumsi sehari-hari. Melalui karakter AQILA dan panduan AQUAAH, perusahaan berupaya membangun pemahaman mengenai pentingnya memilih air minum dengan memperhatikan kualitas, keamanan, dan kebersihan kemasan.

Inisiatif ini hadir di tengah pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas air minum. Data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan pada 2023 menunjukkan akses masyarakat Indonesia terhadap air minum yang memenuhi kriteria layak dikonsumsi masih menjadi tantangan.

Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, menjelaskan bahwa kualitas air minum tidak cukup dinilai hanya dari kejernihannya. Ada sejumlah aspek lain yang perlu diperhatikan, mulai dari sumber air, proses pengolahan, pengendalian kualitas, hingga kebersihan kemasan.

“Kita sering kali melihat air hanya dari kejernihannya. Padahal, ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas air minum,” ujar Tria.

Baca Juga: AQUA Hadirkan Adem Station dan Teras Adem Bareng Adam Suseno di Pestapora 2026, Pengunjung Bisa Ngadem Sambil Seru-Seruan

Menurutnya, pemahaman mengenai kualitas air perlu dibangun agar masyarakat semakin cermat dalam memilih produk untuk kebutuhan sehari-hari. Informasi pada kemasan, kondisi tutup dan segel, serta identitas produk menjadi beberapa hal yang dapat diperiksa konsumen sebelum membeli air minum.

AQUA turut menghadirkan AQILA, karakter yang dirancang untuk mendekatkan edukasi kualitas air minum kepada anak-anak, khususnya Generasi Alpha. Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak, AQILA mengajak mereka mengenali asal air minum, memahami informasi pada kemasan, dan membangun rasa ingin tahu mengenai apa yang dikonsumsi setiap hari.

Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala, mengatakan rasa ingin tahu anak dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan positif di lingkungan keluarga.

“Anak-anak saat ini tumbuh dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Melalui AQILA, kami ingin menjadikan rasa ingin tahu tersebut sebagai sesuatu yang positif dengan mengajak anak dan orang tua bersama-sama memahami apa yang mereka konsumsi setiap hari, termasuk mengenali kualitas air minum dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya.

Baca Juga: AQUA Bersama DMI dan BPMI Berangkatkan 27 Marbot dan Pengurus Masjid ke Tanah Suci

Selain AQILA, AQUA memperkenalkan panduan AQUAAH yang mencakup enam aspek, yakni Alami, Quality Control, Untung dan ekonomis, Aman, Adem, serta Higienis. Panduan ini diperkenalkan sebagai sarana untuk membantu konsumen mengenali berbagai aspek yang berkaitan dengan produk air minum AQUA.

Perusahaan menyatakan pengendalian kualitas produknya dilakukan berdasarkan 400 parameter. AQUA juga menyebut menggunakan galon PET yang diklaim memenuhi persyaratan keamanan pangan dan bebas BPA, serta menerapkan teknologi double injection pada tutup dan segel kemasan.

Dari sisi kesehatan, Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp. Neo (K), mengingatkan bahwa kualitas air minum turut berkaitan dengan kesehatan pencernaan dan pemenuhan nutrisi anak.

“Hidrasi bukan hanya soal cukup minum, tetapi juga memastikan air yang dikonsumsi bersih dan higienis. Air minum yang tidak terjaga higienitasnya dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, yang pada anak dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi serta berdampak pada proses tumbuh kembang,” jelas Marlina.

Baca Juga: Kebanyakan Doomscrolling Bikin Capek? AQUA Ajak Gen Z Belajar Jadi 'Kaum Adem'

Karena itu, edukasi mengenai air minum perlu dilakukan bersamaan dengan kebiasaan menjaga kebersihan dan memenuhi kebutuhan cairan keluarga.

Orang tua juga dapat mengenalkan kebiasaan sederhana kepada anak, seperti memperhatikan informasi produk, menjaga kebersihan wadah minum, dan memahami pentingnya memilih air minum yang terjaga kualitasnya.

Ibu Bijak AQUA, Sindy Fung, menilai kebiasaan anak yang gemar bertanya dapat dimanfaatkan orang tua untuk mengenalkan literasi konsumsi sejak dini.

“Rasa ingin tahu anak sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun kebiasaan baik. Anak bisa diajak untuk bertanya dari mana air yang diminumnya berasal, melihat label dan kemasannya, sampai memahami mengapa kita harus cermat memilih apa yang dikonsumsi,” ujar Sindy.

Melalui pendekatan edukasi tersebut, AQUA menempatkan pemahaman mengenai kualitas air minum sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari keluarga. Upaya ini juga menjadi pengingat bahwa memilih air minum tidak hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan cairan, tetapi juga memperhatikan informasi produk, kualitas, dan kebersihan kemasannya.