Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, mengungkapkan alasan dirinya tidak mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penanganan kebaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Menurutnya, kunjungan Kepala Negara difokuskan untuk memperkuat dukungan personel dan peralatan pengendalian Karhutla. Karena itu, Presiden mengajak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam rombongan.
Baca Juga: Dua Kali Prabowo Turun Tangani Karhutla, Menhut Raja Juli Tak Kelihatan: Hanya Kebetulan Aja
"Seperti yang sudah dijelaskan Bapak Mensesneg kepada media kunjungan Bapak Presiden ke Kalimantan dan Sumatera fokus untuk menambah kekuatan penambahan personel dan peralatan, seperti heli untuk water bombing dan sebagainya. Oleh karena itu Bapak Panglima TNI dan kapolri yang diajak dalam rombongan," ucapnya seperti dikutip, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Anak Buah Prabowo Hajar Keras Budi Arie: Siapkan Saja, Kita Tarung Fair!
Namun, pihaknya mengaku komunikasi dengan Kepala Negara tetap berjalan baik, dan dirinya terus menjalankan tugas penanganan Karhutla sesuai arahan presiden.
"Komunikasi saya sebagai pembantu presiden dengan Bapak Presiden berjalan dengan baik. Beliau bos yang komunikatif. Saya turun ke Riau, Sumsel, Kalteng, Kalsel, Kalbar dan hari ini di Jambi, ada seizin dan atas perintah beliau," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Negara pada Senin (24/8), melakukan peninjauan langsung ke sejumlah provinsi yang menghadapi Karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Dalam kunjungan tersebut, fokus pemerintah diarahkan pada penguatan kemampuan penanganan karhutla, termasuk penambahan personel serta peralatan pemadaman.