Lebih lanjut, Dr. Iswadi menekankan bahwa keberpihakan Presiden Prabowo pada nelayan juga telah diperkuat secara regulasi melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang ratifikasi konvensi ILO Nomor 188 mengenai perlindungan awak kapal perikanan. Menurutnya, langkah ini memperkuat payung hukum perlindungan awak kapal perikanan Indonesia sesuai dengan standar internasional.
"Ratifikasi konvensi ILO 188 lewat Perpres 25 Tahun 2026 adalah langkah besar. Selama bertahun-tahun, awak kapal perikanan Indonesia bekerja tanpa payung hukum perlindungan yang setara dengan standar internasional. Presiden Prabowo mengubah itu dengan tanda tangan Perpres. Ini bukan simbolisme, ini kebijakan yang punya dampak langsung pada perlindungan hak nelayan dan awak kapal Indonesia," ungkap Dr. Iswadi.
Ia menyampaikan bahwa yang paling menyentuh dari komitmen Presiden Prabowo terhadap nelayan adalah cara Presiden memaknai skala manfaatnya. Presiden secara terbuka menyampaikan bahwa 6 juta nelayan Indonesia, atau lebih dari 20 juta jiwa jika dihitung bersama keluarga, akan diperbaiki hidupnya melalui program-program ini.
"Presiden berbicara tentang 6 juta nelayan yang hidupnya akan diperbaiki, dan lebih dari 20 juta jiwa rakyat Indonesia yang akan sejahtera bila kita hitung dengan anak dan istri mereka. Ini bukan sekadar statistik. Ini adalah komitmen politik yang berorientasi pada manusia. Dan pernyataan Presiden bahwa 'untuk rakyat kita tidak ragu-ragu' bukan retorika kosong, ia dibuktikan dengan alokasi anggaran, dengan Perpres, dan dengan target program yang terukur," tegasnya.
Menutup pernyataannya, Dr. Iswadi menyampaikan bahwa apa yang tengah dilakukan pemerintah untuk nelayan Indonesia adalah pembuktian bahwa visi Ekonomi Biru bukan sekadar konsep akademik dalam dokumen resmi negara, tetapi kebijakan yang benar-benar dieksekusi dengan sungguh-sungguh di lapangan.
"Ekonomi Biru dalam Asta Cita bukan sekadar konsep di atas kertas. Ia dieksekusi dalam bentuk kampung nelayan yang dibangun, kapal ikan yang diproduksi, koperasi yang dibentuk, dan regulasi yang ditandatangani. Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia bisa dipimpin dengan cara yang berpihak pada rakyat kecil, dan konsisten menjalankan visi dari hulu ke hilir. Bagi saya, ini adalah bentuk kepemimpinan yang bersejarah dan patut kita dukung," tutupnya.