Perkembangan teknologi komputasi kini memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Beragam fitur berbasis AI semakin banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari merangkum dokumen, membuat draf presentasi, menyunting foto secara otomatis, hingga meningkatkan kualitas suara dan gambar saat rapat online.
Kondisi tersebut membuat kemampuan laptop dalam menangani beban kerja AI menjadi semakin penting. Pada perangkat konvensional yang tidak memiliki prosesor khusus untuk AI, tugas-tugas tersebut dapat meningkatkan beban kerja CPU dan GPU. Akibatnya, perangkat berpotensi lebih cepat panas dan konsumsi daya menjadi lebih tinggi.
Menjawab kebutuhan tersebut, ADVAN menghadirkan ADVAN AIR NEO, laptop Windows yang mengusung dukungan pemrosesan AI melalui Intel NPU dengan kemampuan hingga 38 TOPS. Neural Processing Unit (NPU) memungkinkan sejumlah beban kerja AI diproses secara lebih khusus tanpa sepenuhnya membebani CPU maupun GPU.
Dukungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai fitur berbasis AI, seperti auto-framing kamera, noise cancellation mikrofon, hingga pemrosesan aplikasi AI secara lokal. Dengan pemrosesan yang dilakukan di perangkat, pengguna tidak selalu harus bergantung pada layanan berbasis cloud.
Selain kemampuan AI, ADVAN AIR NEO dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna dengan mobilitas tinggi. Laptop ini hadir dengan pilihan prosesor Intel Core 3 Processor 304 dan Intel Core 5 Processor 320, RAM 8GB DDR5, serta penyimpanan SSD PCIe Gen 4 berkapasitas 256GB.

Product Manager ADVAN Indonesia, Andre Herianto, mengatakan pengembangan AIR NEO berangkat dari riset terhadap kebutuhan konsumen, terutama mereka yang membutuhkan perangkat ringan untuk menunjang pekerjaan di berbagai tempat.
“Sebelumnya, kita juga ada market research. Setelah kita research, problem atau pain point dari setiap konsumen itu berada di titik mobility. Ketika mereka sedang bekerja, let's say di cafe atau di mana, mereka membawa bawaan yang menurutnya untuk pekerjaan cukup besar atau banyak banget yang harus mereka bawa,” terang Andre saat Exclusive Launch ADVAN AIR NEO di Gedung ADVAN Indonesia, Mall of Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Andre, persoalan mobilitas tidak hanya berkaitan dengan bobot laptop, tetapi juga perangkat pendukung yang harus dibawa pengguna, termasuk charger.
“Jadi, kita hadirkan NEO di market untuk menjawab masalah-masalah tersebut. Ketika ada user, pekerja profesional yang bisa bekerja anywhere, ketika mereka duduk di cafe, banyak sekali barang-barang yang perlu mereka prepare, dari sisi laptopnya, kemudian charger,” kata Andre.
Intel Core Terbaru dan Dukungan AI 38 TOPS
Dari sisi performa, ADVAN AIR NEO ditenagai prosesor Intel Core Series 3 yang sebelumnya dikenal dengan codename Wildcat Lake. Prosesor tersebut merupakan generasi terbaru Intel yang diperkenalkan pada kuartal kedua 2026.
“Kalau kita berbicara spesifikasi dasar dari ADVAN NEO, yang pertama secara prosesor kita ditenagai oleh Intel Core Wildcat Series. Prosesor Intel Core Wildcat ini merupakan prosesor yang baru keluar dari Intel, yakni di kuartal kedua 2026 atau sekitar April hingga Juni,” beber Andre.
ADVAN AIR NEO tersedia dalam dua pilihan prosesor, yakni Intel Core 3 Processor 304 dan Intel Core 5 Processor 320. Keduanya dirancang untuk mendukung aktivitas produktivitas sekaligus kebutuhan komputasi berbasis AI.
Andre menjelaskan, kemampuan pemrosesan AI salah satunya dapat dilihat melalui nilai TOPS atau Tera Operations Per Second. Semakin tinggi nilai tersebut, semakin besar kemampuan perangkat dalam menangani komputasi AI.
“Semakin tinggi nilai TOPS, menentukan seberapa cepat sebuah komputasi untuk mengaplikasikan pekerjaan yang berhubungan dengan AI,” katanya.
ADVAN AIR NEO memiliki kemampuan komputasi hingga 38 TOPS. Kapabilitas tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai aktivitas berbasis AI, termasuk penggunaan chatbot hingga fitur noise cancellation dan background noise.
“Kalau kita lagi surfing internet melalui chatbot atau offline bot, atau sudah masuk ke fitur yang ada noise cancellation dan background noise, prosesnya sangat cepat, bahkan tidak sampai dua detik,” jelas Andre.

Bobot 0,99 Kilogram, Bodi Aluminium
Mobilitas menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian pada ADVAN AIR NEO. Laptop ini menggunakan material full aluminium dengan bobot hanya 0,99 kilogram dan ketebalan sekitar 12,95 mm.
Bobot di bawah 1 kilogram membuat perangkat ini lebih mudah dibawa, terutama bagi pengguna yang bekerja secara mobile dari kafe, ruang kerja bersama, maupun lokasi lainnya.
“Untuk laptop di segmen harga ini masih banyak yang berada di kisaran 1,2 hingga 1,5 kilogram. Nah, di sini bisa dibilang sangat ringan untuk sebuah laptop,” tutur Andre.
Ia juga menekankan bahwa bobot ringan tersebut membuat perangkat mudah dibawa dalam aktivitas sehari-hari.
“Saking ringannya, laptop ini di bawah 1 kilogram, kita bisa hand carry pakai satu tangan saja. Bahkan pakai dua jari juga bisa,” kata Andre.
Untuk menunjang aktivitas produktivitas, AIR NEO mengusung layar 14 inci dengan resolusi Full HD+ dan aspect ratio 16:10. Konfigurasi tersebut memberikan ruang kerja yang lebih luas dibandingkan layar dengan rasio 16:9.
“Secara ukuran kita di 14 inci dengan resolusi Full HD+. Aspect ratio-nya 16:10, jadi cukup lebar dan cukup detail untuk menunjang pekerjaan atau produktivitas teman-teman sehari-hari,” terang Andre.
Layar tersebut juga memiliki cakupan warna 100 persen sRGB sehingga mampu menampilkan warna yang lebih kaya, baik untuk pekerjaan maupun konsumsi konten.
Baca Juga: ADVAN Resmi Rilis AIR NEO, Laptop Tipis Spek Premium dengan Harga Terjangkau