4. Larry Ellison – Pendiri Oracle
Larry Ellison pernah menempuh pendidikan di University of Illinois sebelum keluar karena alasan keluarga. Ia kemudian melanjutkan studi di University of Chicago, tetapi kembali memutuskan berhenti.
Setelah pindah ke California, Ellison mengasah kemampuan di bidang komputasi melalui berbagai pekerjaan. Pengalaman tersebut membawanya mendirikan Oracle pada 1977, yang kini menjadi salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.
5. Michael Dell – Pendiri Dell Technologies
Michael Dell memulai bisnis komputer saat masih menjadi mahasiswa di University of Texas. Dengan modal sekitar US$1.000, ia merakit dan menjual komputer langsung dari kamar asramanya.
Bisnis tersebut berkembang sangat pesat hingga menghasilkan jutaan dolar. Kesuksesan itu membuat Dell memilih meninggalkan kuliah untuk fokus membangun perusahaan yang kini dikenal sebagai Dell Technologies.
6. John Mackey – Pendiri Whole Foods
John Mackey pernah belajar di University of Texas at Austin dan Trinity University, tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya.
Pada 1978, ia mendirikan toko makanan sehat bernama Safer Way dengan modal pinjaman dari ayahnya sebesar US$10.000, ditambah dana investasi lainnya. Bisnis tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan supermarket organik ternama, Whole Foods Market.
7. Bill Gates – Pendiri Microsoft
Bill Gates diterima di Harvard, tetapi ketertarikannya pada dunia komputer jauh lebih besar dibandingkan studi formalnya.
Pada usia 20 tahun, ia memutuskan keluar dari Harvard untuk bekerja bersama Paul Allen mengembangkan perangkat lunak. Langkah itu menjadi awal berdirinya Microsoft, yang kemudian mengubah industri komputer pribadi di seluruh dunia.
8. Evan Williams – Pendiri Twitter
Evan Williams keluar dari University of Nebraska pada usia 20 tahun. Setelah meninggalkan bangku kuliah, ia meniti karier di dunia teknologi dan ikut mendirikan Blogger.
Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan The Obvious Corporation yang melahirkan Twitter, platform media sosial yang kini dikenal secara global.
9. Steve Jobs – Pendiri Apple
Steve Jobs mendaftar di Reed College, tetapi memutuskan berhenti kuliah pada 1972 karena merasa biaya pendidikan terlalu membebani keluarganya.
Meski demikian, Jobs tetap mengikuti beberapa kelas yang menurutnya menarik, termasuk kaligrafi. Pengalaman tersebut kemudian menginspirasi desain tipografi Macintosh, salah satu inovasi yang membuat Apple dikenal sebagai perusahaan yang mengutamakan perpaduan teknologi dan estetika.
Perlu diingat, Growthmates, kisah para pendiri perusahaan besar ini menunjukkan bahwa jalur menuju kesuksesan tidak selalu sama bagi setiap orang.
Mereka memang tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi tetap menginvestasikan waktu untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, serta berani mengambil risiko saat melihat peluang.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi Para Miliarder yang Bisa Ditiru untuk Raih Kesuksesan