5. Tate Modern
Tate Modern mengubah wajah budaya London sejak dibuka di bekas Pembangkit Listrik Bankside. Karakter industrial bangunannya tetap dipertahankan, terutama melalui Turbine Hall yang luas dan sering digunakan untuk instalasi seni berskala besar.
Berbeda dari museum klasik yang terasa formal, Tate Modern memiliki suasana lebih santai dan terbuka.
Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk melihat koleksi seni modern, tetapi juga untuk menikmati ruang publik di sepanjang Sungai Thames.
Kombinasi antara seni kontemporer, arsitektur industrial, dan lokasi strategis membuat Tate Modern menjadi salah satu museum modern paling ramai di dunia.
6. Museum Nasional Tiongkok
Terletak di sisi timur Lapangan Tiananmen, Museum Nasional Tiongkok termasuk salah satu museum terbesar di dunia berdasarkan luas bangunannya.
Museum ini memadukan arkeologi, sejarah kekaisaran, dan narasi revolusi modern Tiongkok dalam satu institusi besar.
Pengunjung dapat melihat artefak dinasti kuno berdampingan dengan pameran yang berkaitan dengan sejarah politik abad ke-20.
Pertumbuhan wisata domestik di Tiongkok dalam dua dekade terakhir turut mendorong lonjakan jumlah pengunjung museum ini secara signifikan.
7. Natural History Museum
Museum Sejarah Alam London terkenal dengan koleksi dinosaurusnya yang selalu dipadati keluarga dan anak-anak.
Namun di balik galeri publiknya, museum ini juga menyimpan jutaan spesimen biologis dan geologis yang mendukung penelitian ilmiah dunia.
Arsitektur bergaya Victoria menjadi daya tarik tersendiri. Langit-langit tinggi, aula besar menyerupai katedral, serta ornamen terakota menciptakan suasana yang megah sekaligus hangat.
Dibanding museum seni yang cenderung tenang, museum ini memiliki atmosfer yang lebih hidup dan ramai, terutama saat musim liburan sekolah.
8. Musée d’Orsay
Berlokasi di bekas stasiun kereta api yang dibangun untuk Pameran Dunia 1900, Musée d’Orsay menawarkan pengalaman museum yang berbeda dari Louvre.
Jam raksasa dan aula berkubah di dalam bangunan masih mempertahankan nuansa stasiun era klasik.
Museum ini terkenal karena koleksi seni Impresionis dan Pasca-Impresionis yang sangat lengkap, termasuk karya-karya Monet, Van Gogh, Degas, dan Renoir.
Karena fokus koleksinya lebih spesifik pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, pengalaman berkunjung terasa lebih intim dan terarah.
Banyak pengunjung menikmati galeri dengan tempo lebih santai dibanding museum besar lainnya.
Nah Growthmates, museum-museum paling ramai di dunia bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tapi telah berkembang menjadi simbol identitas budaya, pusat wisata global, dan ruang publik yang mempertemukan jutaan orang dari berbagai negara setiap tahun.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Fasilitas Kesehatan Terbaik di Dunia 2026, Siapa di Posisi Pertama?