Growthmates, buku sering kali menjadi tempat kita pulang ketika pikiran lelah dan hati penuh tanya. Dari banyak suara yang hadir di dunia literasi, tulisan perempuan menawarkan cara pandang yang khas, yakni jujur, berani, dan penuh empati.
Dan, 8 buku di bawah ini lahir dari pengalaman, kepekaan, dan keberanian penulisnya dalam memandang hidup apa adanya.
Bukan sekadar rangkaian kata atau cerita menarik, buku-buku ini berbicara tentang kegembiraan, luka, ketakutan, dan harapan yang kerap kita alami sendiri.
Membacanya seperti berbincang dengan seorang teman yang tidak menggurui, tetapi memahami. Setiap halaman membuka sudut pandang baru dan perlahan membantu kita melihat hidup dengan lebih jernih.
1. The Argonauts karya Maggie Nelson
Memoar lintas genre ini menantang cara kita memahami identitas, hubungan, keibuan, dan kebebasan. Maggie Nelson memadukan filsafat dengan pengalaman pribadi yang mentah dan penuh kasih.
Dengan gaya yang tajam namun rentan, buku ini mengajak pembaca meninjau ulang gagasan tentang gender, kemitraan, dan diri seraya mengingatkan bahwa kejujuran dan kelembutan sering kali lebih revolusioner daripada kepastian.
2. When Women Were Dragons karya Kelly Barnhill
Berlatar di Amerika alternatif era 1950-an, novel ini menggunakan transformasi magis sebagai metafora bagi kemarahan dan kekuatan perempuan yang lama ditekan.
Dunia yang diciptakan Barnhill terasa akrab sekaligus ganjil, membuat pembaca bertanya, emosi apa yang diminta masyarakat untuk kita kubur?
Mengharukan, aneh, dan sangat feminis, buku ini mengajak kita mempertanyakan aturan-aturan tak tertulis yang membentuk hidup sehari-hari.
3. Salt Slow karya Julia Armfield
Kumpulan cerita pendek ini menghantui dengan cara yang halus namun bertahan lama.
Julia Armfield memadukan tubuh, mitos, dan emosi melalui narasi surealis yang terasa lebih jujur daripada realisme konvensional.
Setiap cerita adalah refleksi tentang hasrat, pembusukan, ketahanan, dan transformasi sunyi. Buku ini jadi bacaan yang indah, menyeramkan, dan sangat kontemplatif.
Baca Juga: 13 Prinsip Penentu Kekayaan dan Kesuksesan dari Buku 'Think and Grow Rich' Karya Napoleon Hill
4. In the Dream House karya Carmen Maria Machado
Memoar inovatif tentang kekerasan dalam hubungan queer ini diceritakan melalui berbagai bentuk naratif, seperti cerita rakyat, kritik akademis, budaya pop, hingga gotik.
Machado tidak hanya menceritakan trauma, tetapi membongkar cara trauma diceritakan.
Struktur buku ini sendiri menjadi pesan, mengajarkan bagaimana ingatan bekerja dan mengapa menyuarakan yang tak terucap dapat mengubah hidup.
5. A Ghost in the Throat karya Doireann Ní Ghríofa
Perpaduan liris antara memoar, sejarah, dan obsesi pribadi. Buku ini mengikuti seorang perempuan yang terpikat pada penyair abad ke-18 yang terlupakan, sembari menjalani kehidupan sebagai ibu dan penulis.
Ní Ghríofa dengan lembut merenungkan tentang ambisi, kreativitas, dan kisah perempuan yang terpinggirkan dengan intim, intens, dan sangat menyentuh.
6. How Much of These Hills Is Gold karya C Pam Zhang
Sebuah penafsiran ulang tentang mitos Amerika Barat melalui sudut pandang dua saudara perempuan imigran.
Dengan prosa yang puitis dan tajam, Zhang mengungkap penghapusan, kekerasan, dan ambisi yang membentuk sejarah dan masih terasa hingga kini.
Novel ini sekaligus epik dan personal, menawarkan pemahaman baru tentang duka, identitas, dan rasa memiliki.
7. Nightbitch karya Rachel Yoder
Lucu, gelap, dan meresahkan, novel ini berkisah tentang seorang ibu yang merasa dirinya perlahan berubah menjadi anjing.
Melalui absurditas, Yoder mengeksplorasi kemarahan, kreativitas, dan mitos tentang 'ibu ideal'.
Tajam dan membebaskan, Nightbitch memaksa kita meninjau ulang ekspektasi sosial terhadap kewanitaan dan naluri yang sering dipaksa untuk disembunyikan.
8. The Year of Magical Thinking karya Joan Didion
Karya klasik Joan Didion tentang duka, kehilangan, dan rapuhnya kehidupan sehari-hari.
Dengan kejernihan yang khas, Didion menulis tentang bagaimana pikiran mencoba mempertahankan keteraturan saat segalanya runtuh.
Lebih dari sekadar memoar duka, buku ini adalah refleksi tentang perubahan mendadak dan cara manusia belajar hidup kembali ketika dunia tak lagi masuk akal.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Buku Terbaik untuk Memutus Kebiasaan Buruk