Kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Negara dengan tingkat kecerdasan masyarakat yang tinggi umumnya memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan manusia, terutama melalui sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan zaman. Akses pendidikan yang merata, terjangkau, serta relevan dengan kebutuhan global memungkinkan lahirnya generasi terdidik yang mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Baca Juga: Benarkan MBG Bisa Meningkatkan Kecerdasan?

Tanpa dukungan pendidikan yang memadai, potensi kecerdasan masyarakat sulit berkembang secara optimal. Hal ini tercermin pada sejumlah negara yang secara konsisten menempatkan pendidikan dan pengembangan manusia sebagai prioritas utama.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 7 negara dengan tingkat kecerdasan masyarakat tertinggi di dunia:

Baca Juga: Benarkah Kecerdasan Buatan Bakal Gantikan Peran Manusia?

1. China

Pemerintah China selama bertahun-tahun menerapkan kebijakan satu anak yang secara tidak langsung mendorong orang tua untuk lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan kemampuan anak. Kondisi ini memicu tingginya investasi keluarga dalam bimbingan belajar dan pelatihan keterampilan tambahan.

Selain itu, pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan yang relatif merata, mulai dari sekolah hingga perpustakaan umum. Pendekatan ini mendorong lahirnya generasi yang disiplin, kompetitif, dan memiliki etos belajar tinggi.

Baca Juga: 7 Panduan Cerdas Mengelola Gaji untuk Perempuan Modern

2. Jepang

Sistem pendidikan Jepang menekankan pembentukan karakter sejak usia dini. Pada jenjang sekolah dasar, pemerintah memasukkan mata pelajaran wajib dōtoku atau pendidikan moral, yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, ketekunan, serta kepedulian sosial.

Dampaknya terlihat jelas dalam budaya masyarakat Jepang yang menjunjung tinggi kebersihan, ketertiban, dan kebiasaan membaca di ruang publik. Sekolah-sekolah juga menyediakan asupan gizi seimbang untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif para pelajar.

Baca Juga: 5 Teknik Jepang untuk Hidup Lebih Bahagia, Tenang, dan Bebas Stres

3. Singapura

Singapura dikenal dengan strategi pendidikan yang menekankan efisiensi dan kualitas pembelajaran. Sistem pendidikan dirancang secara terstruktur dan berorientasi pada pengembangan pemikiran kritis, inovasi, serta daya saing global.

Kurikulum mendorong kemampuan analisis dan pemecahan masalah sejak usia dini, seiring dengan kuatnya fokus negara ini pada teknologi dan riset. Lingkungan yang aman, tertib, dan minim gangguan turut menciptakan suasana belajar yang optimal.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Sekolah Ini Adopsi Pendidikan Singapura

4. Australia

Australia menyediakan berbagai fasilitas publik yang mendukung aktivitas belajar, seperti perpustakaan yang beroperasi hingga 24 jam di sejumlah wilayah. Sistem pendidikannya fleksibel, memungkinkan pelajar memilih jalur pembelajaran sesuai minat, bakat, dan kebutuhan masa depan.

Selain itu, pemerintah memastikan kesejahteraan pelajar melalui layanan pendukung seperti asuransi kesehatan, konseling, serta pengembangan karier. Interaksi lintas budaya juga menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di Australia.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Cerdas Mengelola Uang yang Seharusnya Dipelajari Sejak Dini

5. Korea Selatan

Korea Selatan menerapkan budaya belajar yang sangat disiplin dan kompetitif. Banyak sekolah mewajibkan siswa mengikuti kegiatan belajar hingga malam hari, termasuk di ruang belajar khusus yang terdaftar secara resmi, sehingga tingkat kehadiran dan kedisiplinan tinggi.

Fokus utama pendidikan berada pada mata pelajaran inti seperti matematika, bahasa Korea, bahasa Inggris, dan studi sosial. Sistem ini mencerminkan standar pendidikan nasional yang tinggi, meskipun menuntut ketahanan mental dan dedikasi besar dari para pelajarnya.

6. Liechtenstein

Meski berukuran kecil, Liechtenstein menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan sumber daya manusia melalui aktivitas filantropi. Salah satunya adalah Hilti Foundation, yang didirikan oleh Hilti Group dan berfokus pada program pendidikan berkelanjutan, pengembangan komunitas, serta pelestarian budaya.

Baca Juga: 3 Strategi Cerdas Pengusaha dalam Mempersiapkan Pertumbuhan Bisnis

Selain itu, terdapat Medicor Foundation yang mendukung pendidikan dan pengembangan ekonomi berkelanjutan, termasuk program pelatihan vokasional bagi anak muda dari keluarga kurang mampu.

7. Jerman

Jerman memiliki sistem pendidikan yang terstruktur dan efisien. Masyarakat dapat memilih jalur akademik atau vokasi sejak usia muda, sementara universitas negeri di Jerman umumnya bebas biaya kuliah, sehingga membuka akses luas terhadap pendidikan tinggi.

Proses belajar menekankan perencanaan, jadwal yang konsisten, evaluasi rutin, serta pemahaman konsep secara mendalam dibandingkan hafalan. Model ini menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja dan tantangan industri modern.

Selain pendidikan, penyediaan fasilitas publik dan jaminan kesejahteraan masyarakat turut berperan penting dalam menciptakan produktivitas belajar generasi muda.

Akses terhadap perpustakaan umum, pendidikan gratis, serta dukungan ekonomi yang memadai menjadi faktor pendukung utama dalam membangun kecerdasan masyarakat dan kemajuan bangsa.