Memasuki usia 40-an bukan berarti pilihan destinasi liburan harus semakin terbatas. Justru, fase ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk menjelajahi dunia dengan cara yang lebih tenang, matang, dan sesuai dengan minat pribadi.

Bagi Growthmates yang ingin mencoba solo traveling, pemilihan destinasi tentu menjadi hal penting. Kota dengan sejarah yang kuat, kuliner menarik, suasana yang nyaman, hingga pilihan akomodasi yang berkualitas bisa membuat perjalanan seorang diri terasa jauh lebih menyenangkan.

Seorang kontributor perjalanan di Independent UK yang telah memiliki pengalaman solo traveling selama 21 tahun membagikan sejumlah kota yang dinilai cocok bagi wisatawan berusia 40 tahun ke atas.

Baca Juga: Cara Gen X, Gen Y, dan Gen Z Traveling Ternyata Berbeda, Ini Temuan Jenius Study 2026

Destinasi-destinasi ini menawarkan pengalaman yang beragam, mulai dari menikmati bangunan bersejarah, berburu kuliner, menyusuri pasar lokal, hingga menikmati pemandangan alam.

Mengutip dari Independent UK pada Senin (26/10/2026), berikut enam kota yang bisa masuk bucket list solo traveling di usia 40-an:

1. Antigua, Guatemala

Kalau kamu menyukai kerajinan tangan, sejarah, sekaligus aktivitas luar ruang, Antigua di Guatemala bisa menjadi pilihan menarik.

Kota ini memiliki pesona yang langsung terasa dari deretan bangunan kolonial dengan fasad berwarna mencolok. Di sejumlah sudut kota, bunga jacaranda ungu turut mempercantik suasana.

Antigua juga dikenal dengan tekstil Maya yang ditenun secara tradisional dan banyak ditemukan di kios-kios pasar. Buat kamu yang senang berburu oleh-oleh unik, kawasan ini menawarkan pengalaman belanja yang berbeda dari pusat perbelanjaan modern.

Tak hanya soal budaya, Antigua juga cocok untuk pencinta alam. Kamu bisa melakukan pendakian dengan latar pegunungan hingga gunung berapi aktif yang berada di sekitar kota.

Baca Juga: 5 Kota di Indonesia yang Cocok Buat Kerja Sambil Liburan, Ada Favoritmu?

2. Florence, Italia

Kalau perjalanan solo bagi kamu identik dengan wisata kuliner, Florence layak dipertimbangkan. Kota di Italia ini menawarkan perpaduan antara makanan khas, wine Tuscan, pasar tradisional, dan arsitektur yang memanjakan mata. Salah satu tempat yang bisa disambangi adalah Mercato Centrale untuk mencicipi berbagai pilihan kuliner lokal.

Ada pula sejumlah restoran populer seperti Trattoria Za'Za' di sekitar kawasan Central Market Square dan Antica Trattoria da Tito dal 1913 di area San Marco.

Setelah puas mencicipi makanan, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menikmati bangunan ikonik Florence. Salah satunya Basilika Santa Maria del Fiore atau Duomo, gereja megah yang menjadi salah satu landmark paling terkenal di kota tersebut.

Buat solo traveler berusia 40-an, Florence menawarkan kombinasi yang pas antara wisata budaya, kuliner, sejarah, dan pengalaman menikmati kota tanpa harus terburu-buru.

3. Bangkok, Thailand

Tak perlu selalu terbang jauh untuk mendapatkan pengalaman solo traveling yang menarik. Bangkok, Thailand, bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menikmati perpaduan kuil, pasar malam, kuliner, dan penginapan butik.

Ibu kota Thailand ini memiliki banyak pilihan aktivitas yang bisa disesuaikan dengan gaya perjalanan. Kamu dapat menikmati restoran dengan suasana mewah dan pemandangan kota, atau justru menyusuri pasar malam untuk mencicipi makanan lokal.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Global yang Makin Dilirik Wisatawan 2027

Salah satu kawasan yang menarik untuk dieksplorasi adalah Talat Phlu, yang dikenal dengan beragam makanan dan hidangan penutup.

Sementara itu, Bangkok Yai dan Talat Noi bisa menjadi pilihan bagi solo traveler yang ingin menikmati sisi kota yang lebih lokal. Di kawasan tersebut, kamu bisa menemukan kuil-kuil tersembunyi sekaligus warung makan yang menawarkan pengalaman berbeda dari destinasi wisata populer.

4. Pamplona, Spanyol

Pamplona mungkin tidak sepopuler Madrid atau Barcelona, tetapi justru itulah daya tariknya bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai.

Kota di Spanyol ini memiliki hubungan erat dengan novelis Ernest Hemingway. Bagi penggemar karya Hemingway, Pamplona menawarkan kesempatan untuk mengikuti jejak sang penulis selama berada di Spanyol.

Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Cafe Iruña, yang bahkan memiliki patung Hemingway.

Selain wisata sejarah dan sastra, kamu juga bisa menjelajahi sebagian rute Camino de Santiago. Jalur ziarah terkenal ini membentang dari Saint-Jean-Pied-de-Port di Prancis hingga Santiago de Compostela di Spanyol.

Pamplona cocok untuk Growthmates yang ingin menikmati suasana kota Eropa dengan lebih santai, sembari menggabungkan wisata sejarah, sastra, dan jalan kaki.

5. Quito, Ekuador

Bagi kamu yang lebih suka museum, galeri seni, dan pemandangan kota yang fotogenik, Quito di Ekuador bisa masuk dalam daftar.

Salah satu destinasi yang menarik adalah Casa del Alabado, museum yang menyimpan lebih dari 5.000 artefak bersejarah Ekuador.

Ada pula Museo Camilo Egas, galeri yang menampilkan karya salah satu seniman Ekuador yang dinilai kurang mendapat perhatian luas.

Daya tarik Quito tidak berhenti di museum. Kota ini dikelilingi puncak-puncak tinggi dengan kabut yang kerap menyelimuti kawasan permukiman. Rumah-rumah yang dicat dalam beragam warna membuat lanskap Quito terasa unik dan sangat menarik untuk diabadikan.

Baca Juga: Mau Liburan? Ini 5 Destinasi yang Bikin Susah Pulang ala Sandiaga Uno

6. Yerevan, Armenia

Kalau kamu ingin mencari destinasi yang terasa berbeda dari kota-kota Eropa modern, Yerevan di Armenia bisa menjadi pilihan.

Yerevan merupakan salah satu kota tertua yang terus-menerus dihuni di dunia. Ibu kota Armenia ini memiliki sejarah panjang yang tercermin melalui arsitektur dan berbagai bangunan bersejarahnya.

Dari sejumlah titik kota, kamu juga dapat melihat Gunung Ararat yang diselimuti salju. Pemandangan tersebut menjadi salah satu lanskap khas Yerevan.

Buat pencinta sejarah dan arsitektur, kota ini menawarkan bangunan bergaya Soviet, termasuk terminal bus geometris dari era pascaperang dengan bentuk yang unik.

Ada pula Tsitsernakaberd, kompleks peringatan yang didedikasikan untuk para korban Genosida Armenia. Dengan perpaduan sejarah, arsitektur, dan lanskap pegunungan, Yerevan menawarkan pengalaman solo traveling yang jauh dari kesan destinasi mainstream.

Jadi, Growthmates, kalau lagi merencanakan perjalanan solo berikutnya, mungkin ini saatnya memilih destinasi bukan hanya berdasarkan seberapa populer kotanya, tetapi juga berdasarkan pengalaman seperti apa yang ingin kamu bawa pulang.