Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan nuansa merah yang melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan baru. Bagi masyarakat Tionghoa, momen ini tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga diwarnai berbagai tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Meski tidak bersifat wajib dan dapat disesuaikan dengan keyakinan masing-masing, sejumlah kebiasaan berikut masih banyak dijalankan sebagai bagian dari perayaan Imlek: 

Baca Juga: Pakuwon Mall Bekasi Meriahkan Momen Imlek dengan Gelaran Blazing Prosperity

1. Menyelesaikan Utang Sebelum Tahun Baru

Dalam kepercayaan tradisional, utang yang belum dilunasi sebelum pergantian tahun diyakini dapat membawa beban keberuntungan ke tahun berikutnya. Karena itu, melunasi kewajiban finansial menjadi simbol tanggung jawab sekaligus harapan agar rezeki di tahun baru mengalir lebih lancar.

2. Makan Malam Kebersamaan Menjelang Tahun Baru

Malam sebelum Tahun Baru Imlek kerap diisi dengan jamuan makan bersama keluarga besar, yang sering dipandang sebagai salah satu momen terpenting dalam rangkaian perayaan. Tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan lintas generasi, disertai doa dan ungkapan syukur atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Baca Juga: Imlek Jadi Hari Libur Nasional, Tanda Kebinekaan Semakin Terawat

3. Memperhatikan Nominal Angpao

Pemberian angpao umumnya diisi dengan nominal genap karena dianggap melambangkan keseimbangan dan keberuntungan. Sebaliknya, angka 4 sering dihindari karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin menyerupai kata “mati”, sehingga dianggap kurang membawa keberkahan dalam simbol pemberian rezeki.

4. Menyajikan Hidangan Khas Imlek

Perayaan Imlek juga identik dengan makanan simbolis, salah satunya tangyuan — bola-bola ketan manis yang melambangkan kebersamaan dan keutuhan keluarga. Bentuknya yang bulat diibaratkan bulan purnama, mencerminkan harapan akan kehidupan yang lengkap dan harmonis.

Baca Juga: Hotel Borobudur Jakarta Hadirkan Rangkaian Acara Sambut Tahun Baru Imlek 2025

5. Menghindari Dua Perayaan Besar Berdekatan

Dalam tradisi lama, pernikahan atau perayaan besar lainnya dianggap sakral dan membutuhkan perhatian penuh. Mengadakan dua perayaan besar dalam waktu berdekatan dipercaya dapat “membagi” keberuntungan. Karena itu, sebagian keluarga memilih memusatkan energi pada satu perayaan utama agar membawa hoki yang lebih kuat.

Melalui ragam tradisi tersebut, Imlek dimaknai bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum mempererat ikatan keluarga, merefleksikan perjalanan hidup, serta menanamkan harapan akan kesejahteraan di tahun yang baru.