Kesuksesan anak ketika dewasa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademis atau mahalnya biaya pendidikan. Pola asuh orang tua sejak usia dini juga berperan penting dalam membentuk karakter yang dapat mendukung keberhasilan mereka di masa depan.
Hal tersebut terungkap dalam buku Raising an Entrepreneur karya penulis asal Amerika Serikat, Margot Machol Bisnow. Setelah mewawancarai 70 orang tua dari anak-anak yang tumbuh menjadi pengusaha dan pemimpin sukses, ia menemukan bahwa karakter serta pola asuh di lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan anak.
Mengutip CNBC International pada Kamis (05/11/2026), terdapat lima karakteristik yang banyak ditemukan pada anak-anak yang kemudian berhasil membangun karier maupun bisnis. Berikut daftarnya:
1. Gigih dan tidak mudah menyerah
Salah satu karakter penting yang dimiliki anak berpotensi sukses adalah kegigihan atau resilience. Anak dengan sifat ini tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Mereka cenderung berusaha mencari jalan keluar, mencoba kembali setelah gagal, dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran.
Karakter ini terlihat pada Jonathan Neman, pendiri jaringan restoran sehat Sweetgreen. Saat masih remaja, Neman mengaku pernah mengalami berbagai kegagalan ketika mencoba merintis bisnis. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti berusaha.
Baca Juga: Bukan Indonesia? Ini Negara Terbaik untuk Membesarkan Anak di Asia Tenggara 2026
"Kami terus berusaha. Saat gagal, kami mencoba lagi. Saya tidak lebih pintar dari orang lain, tapi saya gigih," ungkap Neman.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa kemampuan untuk bertahan dan bangkit setelah mengalami kegagalan dapat menjadi modal penting dalam meraih keberhasilan.
2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
Anak yang memiliki rasa penasaran tinggi biasanya senang mengeksplorasi lingkungan dan mencoba hal-hal baru. Mereka terdorong untuk mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan tidak mudah puas hanya dengan jawaban sederhana.
Dalam proses pengasuhan, orang tua dapat mendukung karakter ini dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksperimen dan belajar dari pengalaman langsung, selama tetap memperhatikan keselamatan.
Contohnya adalah Tania Yuki, pendiri sekaligus CEO Shareablee. Sejak kecil, ayahnya memberikan ruang bagi Yuki untuk menyentuh, mencoba, dan mengeksplorasi berbagai hal. Dukungan tersebut turut membentuk kemandirian dan keberaniannya dalam menentukan jalan hidup.
Baca Juga: Anak Sulit Fokus dan Mengikuti Instruksi, Kapan Perlu ke Psikolog atau Terapis Okupasi?
3. Memiliki minat dan hasrat yang kuat
Karakter berikutnya adalah memiliki ketertarikan mendalam terhadap suatu bidang atau passion. Anak yang mengetahui hal yang disukainya biasanya memiliki dorongan lebih besar untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Peran orang tua dalam hal ini adalah memberikan dukungan tanpa terlalu memaksakan pilihan. Ketika anak menunjukkan minat terhadap sesuatu, orang tua dapat membantu menyediakan kesempatan dan fasilitas agar ketertarikan tersebut berkembang.
Robert Stephens menjadi salah satu contoh. Sejak kecil, ia gemar membongkar dan memperbaiki berbagai barang. Orang tuanya mendukung ketertarikan tersebut hingga Stephens akhirnya mendirikan perusahaan reparasi bernilai jutaan dolar saat berusia 24 tahun.
4. Berani mengambil inisiatif dan memulai sesuatu
Memiliki ide saja tidak cukup untuk mencapai kesuksesan. Seseorang juga perlu memiliki keberanian untuk mengambil langkah pertama dan mewujudkan gagasannya menjadi tindakan nyata.
Karakter inisiatif ini terlihat pada Paige Mycoskie, pendiri merek fesyen Aviator Nation. Ia menggunakan uang hadiah ulang tahunnya sebagai modal untuk membeli mesin jahit. Mycoskie bahkan berani meninggalkan pekerjaannya demi membangun bisnis sendiri.
Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan usahanya hingga Aviator Nation berkembang dan mencatatkan penjualan hingga ratusan juta dolar.
Pengalaman Mycoskie memperlihatkan pentingnya keberanian untuk memulai, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat.
Baca Juga: Orang Tua Punya Riwayat Kanker, Apakah Anak Berisiko Mengalaminya?
5. Tidak takut menghadapi kegagalan dan risiko
Karakter terakhir adalah keberanian menghadapi risiko atau fearlessness. Anak yang memiliki sifat ini tidak membiarkan ketakutan terhadap kegagalan menghalangi mereka untuk mencoba peluang baru.
Ibu dari Dhani Jones, pendiri Qey Capital, menyebut keberanian mengambil risiko sebagai salah satu faktor yang mendukung keberhasilan anaknya. Menurutnya, seseorang perlu memiliki kepercayaan diri agar tidak terus-menerus dihantui kekhawatiran kehilangan pencapaian yang sudah dimiliki.
"Jika orang tua mereka menanamkan kepercayaan diri yang cukup pada mereka, mereka dapat menjalani hidup tanpa rasa takut," ujarnya.
Karakter tersebut bukan berarti anak harus mengambil risiko tanpa pertimbangan. Sebaliknya, mereka perlu belajar memahami konsekuensi dari setiap keputusan dan memiliki keyakinan untuk menghadapi hasilnya.
Kelima karakteristik tersebut menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam membangun fondasi kesuksesan anak. Memberikan ruang untuk bereksplorasi, mendukung minat, serta mengajarkan anak menghadapi kegagalan dapat membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.