Influenza tipe A sering dianggap sebagai flu biasa. Padahal, infeksi ini bisa berdampak serius pada orang-orang dengan kondisi tubuh tertentu.
Perhatian publik pun meningkat seiring beredarnya sebutan “super flu”. Istilah ini bukan diagnosis medis, melainkan julukan masyarakat untuk infeksi influenza A, yang menurut Kementerian Kesehatan sudah terdeteksi di 13 provinsi.
Gejala influenza A berkembang secara bertahap, mulai dari demam hingga rasa lelah yang parah. Karena itu, mengenali kelompok yang paling mudah terdampak penting sebagai langkah awal kewaspadaan.
Lantas, siapa saja kelompok yang paling terdampak influenza A? Mengutip dari berbagai sumber pada Jumat (16/11/2026), simak artikel berikut ini:
Lansia di atas 65 tahun
Bertambahnya usia diikuti menurunnya kemampuan sistem imun. Akibatnya, tubuh lansia tidak selincah orang yang lebih muda dalam melawan virus, sehingga peluang terjadinya komplikasi lebih besar.
Balita di bawah 5 tahun
Anak-anak menjadi kelompok yang paling banyak disorot. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sistem imun anak belum cukup berpengalaman menghadapi virus, sehingga tubuhnya sulit meredam dampak infeksi dengan cepat.
Data global menunjukkan anak usia 0 hingga 17 tahun berisiko dua kali lipat lebih besar mengalami infeksi influenza yang bergejala dibandingkan orang dewasa.
Pada kondisi tertentu, influenza dapat memicu radang paru-paru, serangan asma berat, peradangan otot jantung, hingga gangguan otak. Anak yang sakit juga cenderung melepaskan virus lebih banyak dan lebih lama, sehingga mudah menularkannya kepada keluarga maupun teman di sekolah.
Baca Juga: Kasus Influenza A Jadi Sorotan, Ini Bedanya dengan Flu Biasa dan Cara Mengurangi Risikonya
Ibu hamil
Kehamilan mengubah banyak hal dalam tubuh, termasuk sistem imun serta sistem jantung dan pernapasan. Perubahan inilah yang membuat ibu hamil lebih mudah terdampak. Menurut dr. Alamsyah Aziz, Sp.OG, dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), risiko mengalami gangguan pernapasan yang lebih berat pada ibu hamil mencapai tiga kali lipat, sementara kebutuhan perawatan di rumah sakit dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat pada ibu hamil yang sudah memiliki penyakit penyerta.
Dampaknya tidak berhenti pada sang ibu. Infeksi berat dapat berujung pada persalinan prematur atau bahkan kematian janin. Karena itu, menjaga kesehatan sejak sebelum hamil hingga persalinan dan menjalani vaksinasi influenza dinilai penting. Vaksin influenza inaktif disebut dapat ditoleransi dengan baik oleh ibu hamil dan janin.
Penderita penyakit komorbid
Orang yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes atau gangguan paru, lebih berisiko mengalami komplikasi ketika terinfeksi influenza A. Penyakit yang sudah ada membuat tubuh lebih sulit pulih dari serangan virus.
Penderita gangguan autoimun
Kondisi autoimun juga termasuk dalam kelompok rentan. Secara umum, penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh membuat seseorang lebih mudah mengalami komplikasi flu, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Jika kamu atau keluarga termasuk ke dalam salah satu kelompok rentan di atas, perlu meningkatkan kewaspadaan dan jaga diri serta kesehatan ya!