3. Perbanyak Asupan Serat
Serat adalah salah satu pelindung utama kesehatan usus. Serat membantu mempercepat pergerakan makanan di usus, sehingga mengurangi waktu paparan zat berbahaya pada dinding usus besar.
Selain itu, serat menjadi makanan bagi bakteri baik di usus yang menghasilkan zat pelindung seperti butirat, yang membantu menjaga kesehatan lapisan usus serta mengurangi peradangan.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat dari biji-bijian utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan berkaitan dengan penurunan risiko polip dan kanker kolorektal.
Karena itu, usahakan setiap kali makan selalu ada sumber serat di piring Anda.
4. Tingkatkan Konsumsi Makanan Kaya Kalsium
Kalsium tidak hanya penting untuk tulang, tetapi juga membantu melindungi usus besar. Mineral ini dapat mengikat asam empedu dan asam lemak di usus sehingga mengurangi efek iritasi pada lapisan usus.
Selain itu, kalsium juga berperan dalam mengatur pertumbuhan sel pada dinding usus, sehingga membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel abnormal.
Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, yogurt, tahu, tempe, sayuran hijau, atau makanan yang diperkaya kalsium.
Konsumsi yang cukup dikaitkan dengan risiko kanker usus besar yang lebih rendah, terutama pada bagian distal usus.
5. Konsumsi Yogurt secara Rutin
Yogurt mengandung bakteri baik atau kultur hidup yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Mikroba baik ini dapat menekan pertumbuhan bakteri berbahaya, mengurangi peradangan lokal, serta memperkuat lapisan pelindung usus.
Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa konsumsi yogurt secara rutin berkaitan dengan sedikit penurunan risiko kanker kolorektal tertentu.
Pilihlah yogurt tanpa tambahan gula berlebih agar manfaat kesehatannya lebih optimal.
Nah Growthmates, perlindungan terhadap kanker usus besar tidak selalu membutuhkan perubahan drastis. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Selain itu, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko atau riwayat keluarga dengan kanker usus besar.
Catatan: Informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan atau konsumsi suplemen.
Baca Juga: Risiko Kanker Kolorektal di Kalangan Anak Muda, Ini Gejala Awal yang Harus Diwaspadai