Salah satu transportasi darat andalan masyarakat Indonesia adalah bus. Mulai dari jarak dekat hingga jarak jauh, bus bisa menjadi pilihan yang paling mudah untuk digunakan. Oleh karena itu, banyak merek perusahaan bus yang berkembang di Tanah Air. Saking besarnya animo masyarakat terhadap bus, muncul komunitas pecinta dan penggemar bus di Indonesia bernama bismania yang muncul pada awal tahun 2000-an dan berkembang menjadi fenomena sosial besar.

Kali ini, Olenka rangkumkan deretan perusahaan otobus (PO) swasta yang telah berdiri cukup lama dan dikenal luas oleh masyarakat.

Baca Juga: Deretan Bisnis Milik Putri Mahkota Perusahaan Konglomerat

1. PO NPM (Naikilah Perusahaan Minang)

NPM merupakan PO legendaris dari Sumatera Barat yang berdiri pada 1 November 1937 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Hadir sejak era kolonial, NPM menjadi salah satu PO paling tua di Indonesia dan menjadi ikon perantau Minang.

Pendiri PO NPM adalah Haji Muchtaruddin. Berdiri puluhan tahun, PO NPM kini dikendalikan oleh generasi ketiga keluarga Haji Muchtaruddin, yakni Angga Vircansa Chairul.

2. PO Hiba Utama

PO Hiba Utama berdiri sejak tahun 1949 di Jakarta Timur. Pendirinya adalah Hermawan Singgih. Dalam perjalanan bisnisnya, Hermawan mampu mengembangkan usaha transportasinya hingga membentuk Hiba Group.

Selain PO Hiba Utama, grup bisnis Hiba Group juga menaungi PO Laju Prima, PO Laju Utama, PO Bela Utama, PO Murni Jaya, PO Setia Negara, PO Asli Prima, PO Restu Jaya, PO Pandu Jaya, PO Hiba Putra, PO Hiba Prima, PO Berdikari, PO Kurnia Jaya, PO Putri Jaya, hingga PO Wanaraja. Sementara itu, pemimpin Hiba Group saat ini adalah Jacobus Irawan.

3. PO AKAS

Bermula dari usaha bengkel di tahun 1934, H. Karman Amat resmi mendirikan PO AKAS pada tanggal 23 Maret 1956 di Probolinggo, Jawa Timur. AKAS merupakan singkatan dari Ali Karman Ali Sekeluarga.

Dalam perkembangannya, perusahaan tersebut terbagi menjadi 4 PO utama, yakni PO AKAS I, PO AKAS II, PO AKAS III, serta PO AKAS IV. Keempat PO tersebut melayani rute berbeda dan dikelola masing-masing oleh anggota keluarga H. Karman Amat. Grup AKAS masih beroperasi dengan kebijakan masing-masing. Sebagai contoh, AKAS 4 secara resmi berganti nama menjadi AKAS Mila Sejahtera (AMS) di tahun 2015.

4. PO ALS (Antar Lintas Sumatera)

Kembali ke wilayah Sumatera, berdirilah PO ALS (Antar Lintas Sumatera) di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Perusahaan ini hadir sejak tahun 1966 dan dibangun oleh Haji Sati Lubis.

Berdasarkan keterangan Kompas.com pada November 2020 silam, manajemen ALS telah dilanjutkan oleh generasi kedua Haji Sati Lubis, yakni Chandra Lubis. Sementara itu, kepemilikan armada ALS terbagi ke beberapa orang yang sebagian di antaranya masih satu keluarga.

5. PO Mayasari Bakti

H. Engkud Mahpud mendirikan PO Bakti pada tahun 1969 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Perusahaan tersebut lantas berganti nama menjadi PT Mayasari Bakti di tahun 1970.

Seiring perkembangan bisnis, didirikanlah PT Mayasari Bakti Utama sebagai perusahaan induk di tahun 2000. Selain PO Mayasari Bakti, Mayasari Group juga menaungi PO lainnya, yakni PO Primajasa, PO MGI (Maya Gapura Intan), PO Doa Ibu, PO CBU (Cahaya Bakti Utama), PO Karunia Bakti, PO Redwhite Star, PO City Trans Utama, serta PO City Miles (bagian PO MGI).

6. PO Lorena

G.T. Soerbakti mendirikan CV Lorena pada tahun 1970 di Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, PT Sari Eka Lorena Transport didirikan pada tahun 2002 dan menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2014.

Masih dipimpin oleh G.T. Soerbakti, kedua anaknya juga ikut membesarkan PO Lorena. Di jajaran direksi, Dwi Rianta Soerbakti dan Eka Sari Lorena Soerbakti ikut mengambil peran.

7. PO Pahala Kencana

Pahala Kencana merupakan PO yang dibangun oleh Hendro Tedjokusumo di Kudus, Jawa Tengah. Berdiri sejak tahun 1976, kantor Pahala Kencana yang berada di Kudus dipindahkan ke Jakarta pada tahun 2000.

PO Pahala Kencana harus merelakan pendirinya, Hendro Tedjokusumo, yang meninggal dunia pada 2016 silam. Saat ini, Pahala Kencana dipimpin oleh anak dari Alm. Hendro Tedjokusumo, yakni Bambang T. Tedjokusumo.

8. PO SAN

PO SAN (Siliwangi Antar Nusa) dirintis oleh Hasanuddin Adnan sejak tahun 1978 di Bengkulu. Yang awalnya dimulai sebagai angkutan barang, angkutan penumpang umum mulai dijalankan PO SAN sejak era 1982-1983.

PO SAN mulai fokus mengembangkan divisi transportasinya sejak tahun 1992. Sementara itu, nama PT SAN Putra Sejahtera resmi digunakan pada tahun 2003. Meneruskan kepemimpinan sang ayah, Kurnia Lesani Adnan kini memimpin PO SAN.

9. PO Sinar Jaya

Sinar Jaya merupakan PO yang didirikan oleh Herman Rusly di Bekasi, Jawa Barat pada 18 November 1982. Saat itu, pendirian PO Sinar Jaya dilakukan Herman Rusly bersama Rasidin Karyana.

Saat ini, PO Sinar Jaya dikelola Teddy Kurniawan Rusli, putra dari Herman Rusly. Mengelola ribuan armada dengan fungsi sebagai AKAP, AKDP, Bus Wisata, Bus Antar Jemput Karyawan, serta Bus Kota, Teddy mulai mengambil alih pengelolaan PO Sinar Jaya setelah menyelesaikan studinya di Jerman pada tahun 1997.

10. Rosalia Indah

PO Rosalia Indah didirikan oleh Yustinus Soeroso di Palur, Karanganyar, Jawa Tengah. Didirikan sejak tahun 1983, Rosalia Indah yang awalnya merupakan angkutan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) lantas berkembang menjadi AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).

Perusahaan tersebut menyandang nama PT Rosalia Indah Transport pada tanggal 15 April 2015. Kini, PO Rosalia Indah dikelola oleh generasi kedua keluarga Yustinus Soeroso, yakni anak pertamanya yang bernama FX Adimas Rosdian.