Pigmentasi merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering dialami, tetapi juga termasuk yang paling banyak disalahpahami.

Ketika muncul bintik hitam di wajah atau bagian tubuh lain, banyak orang langsung menyalahkan paparan sinar matahari. Padahal, penyebab pigmentasi jauh lebih kompleks.

Di tengah maraknya tren perawatan kulit dan klaim hasil instan di media sosial, tak sedikit orang tergoda mencoba berbagai produk sekaligus demi menghilangkan noda hitam dengan cepat.

Sayangnya, pigmentasi tidak muncul dalam semalam, begitu pula proses memudarkannya. Karenanya, memahami penyebab pigmentasi menjadi langkah penting agar perawatan yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Dan, dikutip dari Times of India, Kamis (16/7/2026),b erikut sejumlah mitos tentang pigmentasi yang perlu diluruskan.

1. Pigmentasi Hanya Disebabkan oleh Paparan Sinar Matahari

Meski paparan sinar ultraviolet (UV) dikenal sebagai salah satu penyebab utama munculnya pigmentasi, anggapan bahwa sinar matahari adalah satu-satunya pemicu sebenarnya kurang tepat.

Produksi melanin yang berlebihan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, mulai dari bekas jerawat, perubahan hormon, peradangan pada kulit, efek samping obat-obatan tertentu, iritasi yang terjadi berulang kali, hingga faktor genetik.

Itulah sebabnya, dua orang yang memiliki bintik hitam dengan tampilan serupa belum tentu mengalami penyebab yang sama maupun membutuhkan metode perawatan yang identik.

Memahami akar penyebab pigmentasi menjadi langkah yang jauh lebih penting dibanding hanya berfokus pada memudarkan noda yang tampak di permukaan kulit.

2. Semakin Banyak Produk Skincare, Semakin Cepat Pigmentasi Hilang

Banyak orang percaya bahwa semakin banyak produk perawatan kulit yang digunakan, semakin cepat pula pigmentasi akan memudar. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Menggabungkan berbagai serum, eksfoliator, dan krim dengan banyak bahan aktif dalam satu rutinitas justru dapat membuat kulit kewalahan. Alih-alih membaik, kulit berisiko menjadi kering, lebih sensitif, mengalami iritasi, hingga mengalami gangguan pada lapisan pelindung alami (skin barrier).

Kondisi ini dapat memperlambat proses pemulihan kulit dan membuat pigmentasi semakin sulit diatasi. Sebaliknya, rutinitas perawatan yang sederhana, menggunakan produk yang tepat sesuai kebutuhan kulit, serta dilakukan secara konsisten dan penuh kesabaran umumnya akan memberikan hasil yang lebih efektif dalam jangka panjang dibanding terus-menerus mencoba produk baru.

Baca Juga: 5 Mitos Tabir Surya yang Masih Dipercaya Pria, Jangan Sampai Salah!