2. Jangan Membeli karena Rasa Bersalah
Sebagai ibu dari balita, Sabrina mengaku tantangan terbesar justru datang saat berbelanja kebutuhan anak.
Sabrina memahami keinginan orang tua untuk selalu memenuhi permintaan buah hati, tetapi menurutnya setiap pembelian tetap perlu dipikirkan manfaat jangka panjangnya.
Alih-alih langsung membeli semua barang yang terlihat lucu, Sabrina selalu bertanya pada dirinya sendiri apakah barang tersebut benar-benar memberikan nilai bagi perkembangan anak atau justru hanya menjadi barang yang menumpuk di rumah.
"Aku coba tanya dulu ke diri sendiri, apakah ini ngasih value pembelajaran buat anak? Apakah bikin hidup kita lebih smooth? Atau ini cuma sesuatu yang bikin aku merasa jadi orang tua yang baik selama 10 menit karena beliin, lalu numpuk di rumah selama tiga bulan?,” bebernya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua mainan itu sia-sia. Beberapa mainan, seperti boneka, justru dapat membantu anak belajar empati melalui aktivitas bermain peran.
3. Pilih Barang Berkualitas yang Awet Dipakai
Untuk kategori seperti tas dan sepatu, Sabrina lebih memilih membeli produk berkualitas tinggi yang tahan lama. Menurutnya, barang seperti tas bukan hanya harus awet, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa menghilangkan identitas pribadi.
Sebagai seorang ibu, ia membutuhkan tas yang dapat membawa laptop sekaligus perlengkapan anak. Namun, tas tersebut juga tetap harus mencerminkan gaya personalnya.
"Pas beli tas, aku benar-benar keep in mind, ini muat banyak hal enggak ya? Enggak cuma muat laptop, tapi juga muat barang-barang anak. Tapi di saat yang sama, tas ini bikin aku tetap merasa ini adalah diriku. Jadi pilih item yang awet, muat banyak, tapi enggak bikin kita merasa kehilangan diri,” tuturnya.
Bagi Sabrina, prinsip belanja yang lebih selektif bukan berarti menghilangkan kesenangan berbelanja. Ia mengaku tetap menikmati aktivitas shopping, tetapi kini lebih fokus membeli barang-barang yang benar-benar fungsional, berkualitas, dan bisa digunakan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Tips Belanja Pintar Agar Tidak Konsumtif ala Tasya Kamila, Apa Saja?