Telur menjadi salah satu bahan pangan paling bergizi sekaligus serbaguna yang dikonsumsi masyarakat di berbagai belahan dunia.

Selain kaya protein berkualitas tinggi, telur juga mengandung vitamin, mineral, lemak sehat, serta berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Meski telur ayam menjadi jenis yang paling umum dikonsumsi, ternyata ada sejumlah telur khas dari berbagai negara yang dikenal memiliki kualitas premium.

Platform kuliner dunia TasteAtlas bahkan merilis daftar ‘3 Telur Terbaik di Dunia’. Hingga 8 Juli 2026, pemeringkatan tersebut mencakup 26 jenis telur, dengan delapan di antaranya telah diverifikasi oleh sistem TasteAtlas.

Dan, berikut tiga telur terbaik di dunia beserta keunikannya.

1. Œufs de Loué, Prancis

Peringkat pertama ditempati Œufs de Loué, telur premium yang berasal dari wilayah Pays de la Loire, Prancis. Telur ini dihasilkan oleh ayam kampung yang diberi pakan berupa biji-bijian atau sereal pilihan sehingga menghasilkan kualitas telur yang berbeda dari telur ayam biasa.

Telur Loué memiliki cangkang berwarna cokelat, sementara kuning telurnya berwarna kuning jerami dan putih telurnya tampak bening serta padat ketika masih mentah. Cita rasanya dikenal lebih lembut dan creamy sehingga menjadi favorit para pecinta kuliner.

Tak heran jika telur ini termasuk salah satu yang termahal di pasaran. Seluruh proses produksinya diawasi secara ketat, mulai dari pengumpulan telur beberapa kali dalam sehari, proses penyortiran, hingga penyimpanan dalam kondisi yang terkontrol sebelum dipasarkan dalam kemasan karton.

Telur Loué paling nikmat diolah menjadi telur dadar, telur orak-arik, maupun telur panggang agar cita rasa alaminya tetap terasa.

Baca Juga: 10 Kota Terbaik di Dunia untuk Hidup Panjang Umur

2. Jajca izpod Kamniških, Slovenia

Posisi kedua ditempati Jajca izpod Kamniških atau lebih dikenal sebagai Kamnik Alps Eggs, telur khas yang berasal dari kawasan Pegunungan Kamnik, Slovenia.

Salah satu faktor yang membuat telur ini istimewa adalah kondisi iklim di kawasan tersebut. Selama musim panas, suhu di Pegunungan Kamnik tetap relatif sejuk sehingga ayam tidak mengalami stres akibat cuaca panas maupun dehidrasi. Kondisi ini membantu menjaga kualitas cangkang telur sekaligus mempertahankan kandungan nutrisinya.

Produksi telur Kamnik Alps hingga kini masih didominasi peternak lokal dan sebagian besar dipasarkan di wilayah Slovenia. Namun, kualitasnya yang tinggi membuat telur ini mulai dikenal oleh pencinta kuliner internasional.

Untuk menikmati kualitas terbaiknya, telur Kamnik Alps dapat diolah dengan cara direbus, digoreng, dibuat telur orak-arik, maupun dijadikan telur rebus setengah matang. Penyimpanannya juga disarankan tetap berada di dalam lemari pendingin agar kesegarannya terjaga.

3. Huevos de Taricaya, Peru

Urutan ketiga ditempati Huevos de Taricaya, yaitu telur yang berasal dari penyu sungai bercak kuning (Yellow-spotted River Turtle) di wilayah Amazon, Peru.

Secara historis, telur dan daging penyu ini telah lama menjadi bagian dari konsumsi masyarakat setempat. Namun tingginya permintaan membuat telur taricaya menjadi komoditas bernilai tinggi yang banyak diperjualbelikan secara ilegal di pasar gelap. Perburuan telur, perburuan penyu untuk dikonsumsi, serta kematian akibat jaring ikan menyebabkan populasi spesies ini mengalami penurunan drastis.

TasteAtlas mencatat bahwa penyu taricaya kini berstatus rentan (Vulnerable) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Pemerintah Peru pun telah menerapkan berbagai langkah konservasi untuk melindungi spesies tersebut dari ancaman kepunahan.

Karena status konservasinya, telur taricaya tidak lagi direkomendasikan untuk dikonsumsi. Upaya perlindungan terhadap habitat dan populasinya menjadi langkah penting agar spesies langka ini tetap lestari di alam.

Baca Juga: Daftar Mi Instan Terbaik di Dunia 2026, Ada Brand Favorit Kamu Gak?