Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana memberi peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintahannya awet hingga akhir masa jabatan, dia mengatakan ada masalah-masalah besar yang bisa membuat pemerintahan Prabowo berakhir mengenaskan.
Ketiga faktor itu yakni: krisis ekonomi. , skandal publik dan skandal pribadi. Masalah pertama sudah pernah terjadi di Indonesia yakni tumbangnya rezim orde baru lantaran krisis 1998.
"Jadi, saya mengatakan ada tiga hal yang bisa menyebabkan satu rezim itu tumbang. Kalau krisis ekonomi kita udah sama-sama paham lah. Contoh nyatanya 98, krisis moneter," kata Denny dilansir Olenka.id Rabu (5/8/2026).
Denny melanjutkan, masalah kedua yakni skandal korupsi juga menjadi salah satu pemicu paling dahsyat untuk meruntuhkan sebuah rezim. Dia mengingatkan Prabowo untuk hati-hati pada masalah tersebut.
"Skandal publik yang paling mengganggu menurut saya pasti korupsi. Akar masalah kita masih sama di situ," tegasnya.
Denny kemudian menyinggung masalah ketiga yakni skandal pribadi. Dia mengatakan dirinya tak mau masuk terlalu jauh pada ruang-ruang privasi.
Hanya saja ia kembali mengungkit pernyataan politisi senior Amien Rais yang menyinggung masalah pribadi dengan membawa-bawa nama Seskab Teddy Indra Wijaya serta nama Presiden Prabowo beberapa waktu lalu yang bikin geger.
"Ruang pribadi memang patut dihormati. Namun perlindungan privasi berhenti ketika perbuatan pribadi menyentuh pelanggaran hukum, penyalahgunaan jabatan, konflik kepentingan, hingga kebohongan kepada publik," terangnya.
Ia juga mengutip pandangan dalam buku Political Scandal Power and Visibility in the Media Age karya John B. Thompson mengenai klasifikasi skandal.
"Yang sering dirujuk memang skandal asusila, karangan John Thompson ini mengatakan, dia membedakan ada tiga skandal. Skandal seks, skandal keuangan, dan skandal kekuasaan," ucapnya.
"Dalam konteks itu, unggahan Bapak Amien Rais yang melontarkan dugaan adanya skandal privat di lingkaran istana seharusnya dijawab secara serius dan berbasis fakta," tambahnya.
Namun demikian, Denny menegaskan dirinya tidak membenarkan ataupun memastikan tuduhan tersebut.
"Nah, sama sekali saya tidak menyatakan dugaan tersebut pasti benar dan berdasar, justru karena tuduhannya serius, ia tidak boleh dibiarkan menggantung," tegasnya.
Menurut Denny tiga masalah yang ia uraikan itu harus disikapi secara serius oleh Prabowo.
"Bapak Presiden, tiga alarm tersebut sama sekali tidak cukup dijawab dengan pidato.Krisis ekonomi harus dipulihkan dengan kebijakan yang kredibel. Korupsi harus ditindak tegas tanpa pandang bulu kawan atau lawan," jelasnya.
Baca Juga: Jokowi Membeli Orang-orang untuk Mendukungnya, Kelakuannya Persis Penjajah!
"Skandal privat, skandal pribadi, harus dihadapi dengan kejujuran, keteladanan, dan proses hukum yang adil," tambahnya.