Setiap wanita ingin memiliki kulit yang berkilau dan berkilau seperti kaca yang memenuhi feed Instagram dan Pinterest. Meskipun kita semua berusaha menghindari pigmentasi dan jerawat, terkadang kita melihat benjolan kecil muncul di wajah yang tidak kunjung hilang.

Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan dapat disebabkan oleh faktor hormonal atau lingkungan, tetapi beberapa pengecualian memerlukan perhatian Anda. Mari kita lihat tiga benjolan kulit umum yang bukan jerawat tetapi tetap memerlukan solusi.

Milia

Milia adalah benjolan kecil berwarna putih yang menonjol pada kulit, sering kali menyerupai butiran pasir kecil. Benjolan ini paling sering muncul di sekitar mata, dahi, dan pipi.

Milia terbentuk ketika minyak, sel kulit mati, dan keratin terperangkap di bawah permukaan kulit, membentuk lapisan yang tidak rata.

Meskipun tidak berbahaya, milia memerlukan perhatian jika bertahan selama lebih dari dua minggu. Anda dapat mencoba melakukan eksfoliasi wajah atau melakukan pijat wajah untuk mempercepat perubahan.

Pori-pori tersumbat

Pori-pori tersumbat adalah salah satu jenis benjolan wajah yang paling umum. Biasanya muncul sebagai benjolan putih atau sewarna kulit yang membuat kulit bertekstur kasar karena minyak yang terperangkap di dalam pori-pori.

Benjolan ini tidak serius, tetapi jika tidak diobati, dapat berkembang menjadi jerawat yang meradang. Untuk mengobati pori-pori tersumbat, gunakan produk yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida untuk membantu membersihkan kulit.

Baca Juga: Sederet Efek Buruk Stres yang Terlihat di Wajah dan Kulit

Hiperplasia sebasea

Hiperplasia sebasea mungkin menyerupai jerawat, tetapi sebenarnya merupakan hasil dari kelenjar minyak sebasea yang tumbuh berlebihan yang terletak di lapisan kulit yang lebih dalam.

Kelenjar yang membesar ini mendorong ke atas ke permukaan, menciptakan benjolan berwarna putih kekuningan atau sewarna kulit yang bisa lunak atau keras.

Hiperplasia sebasea tidak berbahaya, tetapi untuk kulit yang bersih dan sehat, kunjungan ke dokter dianjurkan. Kondisi ini dapat diobati dengan obat yang diresepkan jika perlu.

Sebagi informasi, benjolan putih di wajah dapat disebabkan oleh berbagai penyebab. Mungkin itu adalah pori-pori yang tersumbat atau milia, tetapi jika tidak membaik seiring waktu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Dalam beberapa kasus, benjolan yang terus-menerus muncul dapat mengindikasikan kondisi kulit seperti kanker kulit, xanthelasma, keratosis aktinik, atau keratosis seboroik, yang berbahaya dan memerlukan pemeriksaan yang cermat.

Selalu utamakan kesehatan kulit dan konsultasikan dengan dokter jika Anda melihat perubahan yang tidak biasa.

Baca Juga: 6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan pada Wajah Menurut Prinsip Perawatan Kulit Korea