6. Swiss
Swiss menempati peringkat keenam dengan skor 88,9. Selain dikenal memiliki sektor keuangan yang kuat, negara ini juga memiliki standar hidup dan stabilitas ekonomi yang tinggi.
7. Belgia
Belgia berada di posisi ketujuh dengan indeks 88,7. Sistem layanan publik dan kondisi sosial-ekonomi menjadi bagian dari faktor yang menopang kemakmuran negara tersebut.
Baca Juga: Daftar Negara Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Dunia, Ada Destinasi Favorit Kamu Gak?
8. Finlandia
Finlandia menempati posisi kedelapan dengan skor 88,4. Negara ini dikenal memiliki kualitas pendidikan dan layanan sosial yang kuat.
9. Belanda
Belanda berada di posisi kesembilan dengan skor 88,1. Infrastruktur, perekonomian, serta kualitas hidup masyarakat menjadi sejumlah faktor yang mendukung posisi negara tersebut.
10. Slovenia
Terakhir, negara Slovenia melengkapi daftar 10 besar dengan indeks kemakmuran 87,9.
Menariknya, selisih skor di antara negara-negara yang masuk 10 besar relatif tipis. Norwegia sebagai peringkat pertama mencatat skor 91,6, sementara Slovenia di posisi ke-10 memiliki skor 87,9.
Dominasi Eropa juga terlihat jelas. Seluruh negara yang masuk 10 besar berasal dari kawasan Eropa, menunjukkan tingginya capaian negara-negara di kawasan tersebut dalam berbagai aspek yang menjadi indikator kemakmuran.
Mengapa Norwegia Jadi Negara Termakmur?
Posisi Norwegia tidak terlepas dari kemampuannya menggabungkan kekuatan ekonomi dengan kualitas hidup masyarakat. Negara ini juga memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi pengelolaannya diarahkan untuk kepentingan jangka panjang.
Salah satu aset penting Norwegia adalah sumber daya air. Sungai dan fjord telah lama dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembangkit listrik tenaga air. Hingga kini, energi hidro menjadi sumber utama listrik di negara tersebut.
Selain itu, Norwegia juga memiliki cadangan minyak dan gas yang besar. Namun, pendapatan dari sektor tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek.
Sebagian besar keuntungan minyak dan gas dikelola melalui Government Pension Fund Global, yang lebih dikenal sebagai Oil Fund. Dana kekayaan negara tersebut kemudian diinvestasikan di berbagai aset global untuk memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Selain kekuatan ekonomi, tata kelola pemerintahan juga menjadi faktor penting. Norwegia dikenal memiliki tingkat korupsi yang rendah serta mekanisme pengawasan anggaran yang relatif kuat. Transparansi informasi publik juga mendukung kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dari sisi sosial, masyarakat Norwegia mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Sistem perlindungan sosial juga mencakup berbagai bentuk tunjangan, seperti tunjangan pengangguran, cuti orang tua, dan pensiun.
Kebijakan tersebut turut menciptakan jaring pengaman sosial yang membantu masyarakat menghadapi berbagai risiko ekonomi.
Baca Juga: 10 Negara Paling Jujur di Dunia, Gak Ada Negara Asia Tenggara
Norwegia juga berupaya menjaga kesenjangan pendapatan melalui kebijakan perpajakan dan belanja sosial. Kombinasi antara stabilitas ekonomi, layanan publik, perlindungan sosial, serta pengelolaan sumber daya alam inilah yang menjadi salah satu fondasi kemakmuran negara tersebut.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia sendiri tidak masuk dalam daftar 10 negara termakmur berdasarkan pemeringkatan tersebut. Posisi Indonesia perlu dilihat berdasarkan skor dan peringkat keseluruhan dalam Prosperity Index, bukan semata-mata berdasarkan ukuran ekonomi atau besarnya Produk Domestik Bruto (PDB).
Pemeringkatan kemakmuran pada dasarnya melihat kondisi suatu negara secara lebih luas. Karena itu, negara dengan perekonomian besar belum tentu otomatis berada di posisi teratas jika aspek lain seperti kualitas hidup, tata kelola, keamanan, kebebasan, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat belum mencapai tingkat yang sama.
Daftar tersebut juga memperlihatkan bahwa kemakmuran tidak hanya soal seberapa kaya sebuah negara, tetapi bagaimana kekayaan dan sumber daya yang dimiliki diterjemahkan menjadi kualitas hidup bagi masyarakat.