Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali disebut sebagai silent killer karena gejalanya yang jarang disadari. Seseorang dinyatakan mengalami hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darahnya mencapai lebih dari 130/80 mmHg dalam dua kali pemeriksaan.

Salah satu cara paling efektif untuk mengontrol kondisi ini adalah dengan memperhatikan pola makan. Berikut adalah 10 daftar makanan dan minuman pantangan yang perlu Anda waspadai, dikutip Olenka dari laman resmi RS Pondok Indah, Minggu (5/4/2026).

1. Hidangan Berlemak (Gorengan & Santan)

Makanan yang digoreng atau diolah dengan santan kental mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh yang memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, kaku, dan membuat jantung bekerja lebih keras sehingga tekanan darah pun meningkat.

2. Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Mayoritas menu fast food adalah kombinasi dari tiga bahan berbahaya bagi hipertensi, yaitu garam tinggi, lemak jenuh, dan lemak trans. Selain itu, kandungan kalorinya yang sangat besar dapat memicu kenaikan berat badan hingga obesitas, yang merupakan faktor risiko utama terjadinya tekanan darah tinggi.

3. Daging Berlemak

Bagian daging yang memiliki lapisan lemak tebal atau kulit ayam sebaiknya dihindari. Kandungan lemak jenuhnya yang tinggi berkontribusi langsung pada peningkatan kolesterol darah, yang jika dibiarkan akan memperparah kondisi hipertensi dan mengganggu kesehatan jantung secara keseluruhan.

4. Aneka Kue Manis (Pastry & Bakery)

Kue-kue manis yang dijual di toko sering kali menggunakan mentega atau margarin dalam jumlah besar, sehingga tinggi akan lemak jenuh dan lemak trans. Selain itu, kandungan gula tambahannya bisa memicu kegemukan (obesitas), yang berujung pada sulitnya mengontrol tekanan darah.

5. Es Krim Berbahan Susu Hewani

Es krim berbahan dasar susu hewani mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak ini dapat menyumbat pembuluh darah jika dikonsumsi berlebihan. Tak hanya lemak, kandungan gula yang tinggi pada es krim juga menjadi ancaman bagi penderita hipertensi karena dapat memicu masalah metabolisme.

6. Daging Olahan (Sosis, Kornet, Bakso, Nugget)

Meski praktis, satu porsi daging olahan seperti sosis atau kornet bisa mengandung hingga 500 mg natrium. Selain garam yang tinggi, daging olahan sering mengandung pengawet nitrit yang dapat merusak dinding pembuluh darah. Lemak jenuh dan lemak trans di dalamnya juga berisiko meningkatkan tekanan darah dengan cepat.

7. Mi Instan

Mi instan dikenal sebagai sumber natrium (garam) tersembunyi yang sangat besar, baik dari bumbu maupun mi itu sendiri. Selain garam, mi instan mengandung lemak jenuh dan bahan pengawet yang membuat penderita hipertensi akan kesulitan mencapai tekanan darah normal jika mengonsumsinya secara rutin.

8. Jus Buah Kemasan

Berbeda dengan buah asli yang kaya serat, jus buah dalam kemasan biasanya mengandung gula tambahan yang sangat tinggi. Konsumsi gula berlebih berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah. Selain itu, hilangnya serat alami membuat manfaat buah dalam menjaga kestabilan pembuluh darah tidak bisa maksimal.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Hipertensi dan Cara Mengobatinya

9. Produk Susu Tinggi Lemak

Susu dan produk turunannya seperti keju atau yoghurt yang full cream memiliki potensi meningkatkan kolesterol darah. Bagi penderita hipertensi, disarankan untuk beralih ke produk susu rendah lemak (low-fat) agar tetap mendapatkan kalsium tanpa risiko peningkatan lemak darah.

10. Margarin atau Mentega

Bahan masakan ini kaya akan lemak trans dan lemak jenuh yang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah. Margarin juga biasanya mengandung garam dan bahan pengawet. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan minyak zaitun (olive oil) yang lebih ramah bagi jantung.

Nah, itulah beberapa makanan yang perlu dihindari para penderita darah tinggi. Semoga bermanfaat, ya!