7. Jaipur, India

Jaipur berada di urutan ketujuh dengan skor 96,67. Kota yang dikenal sebagai Pink City ini merupakan ibu kota negara bagian Rajasthan, India, dengan sejarah panjang dan arsitektur yang khas.

Menurut Condé Nast Traveller, Jaipur memiliki tradisi menyambut wisatawan yang tercermin melalui keramahan masyarakatnya. Pengunjung dapat menjelajahi Hawa Mahal, benteng bersejarah, serta pasar yang menjual kain, perhiasan, dan kerajinan lokal.

Baca Juga: 20 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki 2026, Gak Ada dari Indonesia

8. Buenos Aires, Argentina

Buenos Aires menempati posisi kedelapan dengan skor 96,37. Ibu kota Argentina ini dikenal melalui budaya musik tango, arsitektur khas Eropa, dan kehidupan sosial masyarakatnya yang aktif.

Salah satu tradisi yang menonjol adalah asado, yaitu kegiatan memanggang daging bersama keluarga atau teman. Kebiasaan berkumpul tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat dan memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal budaya Argentina.

9. Bangkok, Thailand

Bangkok berada di urutan kesembilan dengan skor 96,16. Ibu kota Thailand ini terkenal dengan pasar tradisional, kuil bersejarah, kuliner jalanan, dan kehidupan kota yang ramai.

Thailand kerap dijuluki Land of Smiles atau Negeri Senyuman. Menurut Condé Nast Traveller, keramahan masyarakat menjadi salah satu hal yang membuat wisatawan merasa diterima, meskipun Bangkok memiliki suasana yang padat dan dinamis.

10. Cape Town, Afrika Selatan

Cape Town menempati posisi kesepuluh dengan skor 96,00. Kota di Afrika Selatan ini menawarkan pemandangan alam berupa pegunungan, pantai, dan kawasan perkotaan di tepi laut.

Salah satu destinasi utamanya adalah Table Mountain, yang dapat dinikmati melalui jalur pendakian maupun kereta gantung. Wisatawan juga dapat mengunjungi Boulders Beach untuk melihat koloni penguin Afrika serta mencicipi braai, tradisi memanggang daging yang populer di Afrika Selatan.