Keramahan penduduk menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan merasa nyaman saat mengunjungi suatu kota. Sambutan hangat, kesediaan membantu, hingga interaksi dengan masyarakat setempat dapat memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan.

Setiap tahun, majalah perjalanan Condé Nast Traveller merilis daftar kota paling ramah di dunia melalui ajang The Friendliest Cities in the World: 2026 Readers’ Choice Awards. Pemeringkatan ini didasarkan pada hasil survei daring yang melibatkan ribuan pembaca sebagai responden untuk menilai pengalaman dan keramahan yang mereka rasakan selama berkunjung ke berbagai kota.

Dilansir dari Condé Nast Traveller, Rabu (14/10/2026), ini 10 kota paling ramah di dunia pada 2026 beserta daya tariknya. Yuk simak, Growthmates!

1. Melbourne, Australia

Melbourne menempati posisi pertama sebagai kota paling ramah di dunia pada 2026. Kota di Australia ini dikenal dengan budaya seni, kafe, dan kehidupan perkotaannya yang dinamis.

Melbourne menawarkan perpaduan arsitektur bergaya Victoria, seni jalanan, dan budaya kopi yang menarik perhatian wisatawan. Transportasi umum serta fasilitas publiknya juga mendukung kenyamanan pengunjung.

2. Porto, Portugal

Porto berada di urutan kedua dengan skor 98,33. Kota di Portugal ini dikenal melalui kawasan bersejarah, bangunan berwarna-warni, dan pemandangan Sungai Douro.

Keramahan warga menjadi salah satu daya tarik Porto bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner dan budaya lokal. Kawasan Ribeira juga menawarkan suasana yang cocok untuk berjalan kaki, bersantai, dan menikmati hidangan khas Portugal.

Baca Juga: 11 Kota di Dunia yang Diprediksi Tenggelam, Jakarta Salah Satunya!

3. Seoul, Korea Selatan

Seoul menempati posisi ketiga dengan skor 97,94. Ibu kota Korea Selatan ini memadukan tradisi budaya dengan perkembangan teknologi, hiburan, dan kehidupan modern.

Keramahan warga dapat dirasakan melalui bantuan sederhana, seperti ketika pengunjung mencari arah menuju stasiun kereta bawah tanah atau meminta penjelasan mengenai makanan lokal.

4. Lisbon, Portugal

Lisbon berada di posisi keempat dengan skor 97,50. Ibu kota Portugal ini dikenal melalui bangunan beratap merah, jalanan berbukit, serta trem kuning yang menjadi ciri khasnya.

Lisbon naik dari posisi kedelapan pada 2025. Kota ini menawarkan pengalaman budaya melalui musik tradisional fado, kawasan bersejarah, dan ubin dekoratif azulejo yang menghiasi banyak bangunan.

Baca Juga: 10 Kota Terbaik di Dunia untuk Ditinggali Gen Z Tahun Ini

5. Amsterdam, Belanda

Amsterdam menempati urutan kelima dengan skor 97,35. Kota di Belanda ini dikenal dengan kanal, jalur sepeda, dan masyarakatnya yang berasal dari beragam latar belakang.

Condé Nast Traveller menyoroti keterbukaan Amsterdam terhadap keberagaman. Suasana multikultural tersebut membuat pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman, mulai dari menjelajahi kafe lokal hingga mengunjungi pusat seni dan budaya

6. Peth, Australia

Perth menempati posisi keenam dengan skor 97,28. Kota di Australia Barat ini menawarkan perpaduan kawasan perkotaan, ruang terbuka, dan pemandangan alam yang menarik bagi wisatawan.

Selain suasananya yang relatif santai, Perth memiliki beragam pilihan wisata kuliner, pasar, dan kegiatan luar ruangan. Pengunjung juga dapat menjelajahi kawasan pesisir serta destinasi di sekitar kota.

7. Jaipur, India

Jaipur berada di urutan ketujuh dengan skor 96,67. Kota yang dikenal sebagai Pink City ini merupakan ibu kota negara bagian Rajasthan, India, dengan sejarah panjang dan arsitektur yang khas.

Menurut Condé Nast Traveller, Jaipur memiliki tradisi menyambut wisatawan yang tercermin melalui keramahan masyarakatnya. Pengunjung dapat menjelajahi Hawa Mahal, benteng bersejarah, serta pasar yang menjual kain, perhiasan, dan kerajinan lokal.

Baca Juga: 20 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki 2026, Gak Ada dari Indonesia

8. Buenos Aires, Argentina

Buenos Aires menempati posisi kedelapan dengan skor 96,37. Ibu kota Argentina ini dikenal melalui budaya musik tango, arsitektur khas Eropa, dan kehidupan sosial masyarakatnya yang aktif.

Salah satu tradisi yang menonjol adalah asado, yaitu kegiatan memanggang daging bersama keluarga atau teman. Kebiasaan berkumpul tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat dan memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal budaya Argentina.

9. Bangkok, Thailand

Bangkok berada di urutan kesembilan dengan skor 96,16. Ibu kota Thailand ini terkenal dengan pasar tradisional, kuil bersejarah, kuliner jalanan, dan kehidupan kota yang ramai.

Thailand kerap dijuluki Land of Smiles atau Negeri Senyuman. Menurut Condé Nast Traveller, keramahan masyarakat menjadi salah satu hal yang membuat wisatawan merasa diterima, meskipun Bangkok memiliki suasana yang padat dan dinamis.

10. Cape Town, Afrika Selatan

Cape Town menempati posisi kesepuluh dengan skor 96,00. Kota di Afrika Selatan ini menawarkan pemandangan alam berupa pegunungan, pantai, dan kawasan perkotaan di tepi laut.

Salah satu destinasi utamanya adalah Table Mountain, yang dapat dinikmati melalui jalur pendakian maupun kereta gantung. Wisatawan juga dapat mengunjungi Boulders Beach untuk melihat koloni penguin Afrika serta mencicipi braai, tradisi memanggang daging yang populer di Afrika Selatan.