5. Chokepoints: How the Global Economy Became a Weapon of War karya Edward Fishman

Edward Fishman menunjukkan bagaimana konflik global modern kini sering terjadi melalui tekanan ekonomi, bukan lagi perang bersenjata.

Ia menjelaskan bagaimana kontrol atas jalur perdagangan, teknologi kunci, hingga sistem keuangan internasional menjadi alat tekanan antarnegara.

Buku ini membantu pelaku bisnis memahami risiko geopolitik yang kini sangat memengaruhi rantai pasok global dan strategi perusahaan.

6. 1929: The Inside Story of the Greatest Crash in Wall Street History karya Andrew Ross Sorkin

Andrew Ross Sorkin merekonstruksi runtuhnya pasar saham 1929 dengan memanfaatkan arsip dan dokumen yang jarang diungkap sebelumnya.

Ia menggambarkan euforia pasar, praktik spekulasi berlebihan, serta kegagalan regulator membaca tanda bahaya yang akhirnya memicu depresi besar.

Buku ini menjadi pengingat bahwa krisis ekonomi sering lahir dari kombinasi keserakahan, optimisme berlebihan, dan lemahnya pengawasan.

7. Hubris Maximus: The Shattering of Elon Musk karya Faiz Siddiqui

Faiz Siddiqui menelusuri perubahan citra Elon Musk dari inovator visioner menjadi tokoh kontroversial yang tindakannya sering memicu polemik.

Buku ini mengulas dampak keputusan Musk terhadap perusahaan-perusahaannya, termasuk pengelolaan Twitter, konflik publik, hingga dampaknya pada investor dan pelanggan.

Kisah ini menjadi refleksi tentang bagaimana kekuasaan besar tanpa kontrol dapat mengancam reputasi dan bisnis itu sendiri.

8. Careless People: A Cautionary Tale of Power, Greed, and Lost Idealism karya Sarah Wynn-Williams

Sarah Wynn-Williams menggambarkan bagaimana perusahaan teknologi yang awalnya membawa idealisme dan semangat perubahan akhirnya terjebak dalam praktik monopoli dan orientasi keuntungan semata.

Ia menelusuri perjalanan para raksasa teknologi dari startup inovatif hingga menjadi kekuatan dominan yang menghadapi berbagai kontroversi, mulai dari privasi data hingga manipulasi politik.

Buku ini memberi pelajaran penting tentang tantangan mempertahankan nilai dan etika saat perusahaan tumbuh besar.

9. House of Huawei: The Secret History of China’s Most Powerful Company karya Eva Dou

Eva Dou mengungkap perjalanan Huawei dari perusahaan kecil menjadi raksasa teknologi global yang memicu ketegangan geopolitik antara China dan negara-negara Barat.

Buku ini membahas strategi ekspansi Huawei, kontroversi terkait keamanan, serta dampak sanksi internasional terhadap perusahaan tersebut.

Kisah ini penting untuk memahami bagaimana teknologi, bisnis, dan politik kini semakin sulit dipisahkan.

10. The Art of Spending Money: Simple Choices for a Richer Life karya Morgan Housel

Morgan Housel menjelaskan bahwa keberhasilan finansial lebih banyak ditentukan oleh perilaku dan kebiasaan daripada kecerdasan semata.

Ia mengupas bagaimana keputusan kecil dalam pengeluaran, tabungan, dan investasi dapat membentuk kondisi keuangan seseorang dalam jangka panjang.

Buku ini membantu pembaca memahami jebakan psikologis dalam mengelola uang dan bagaimana membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Baca Juga: 7 Buku Terbaik tentang Cara Menghasilkan Uang dengan Cara yang Lebih Masuk Akal