Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo mengklaim posisi Presiden Prabowo Subianto sedang dalam bahaya besar, kepala negara kata dia bisa saja kehilangan kekuasaannya sewaktu-waktu.
Gatot mengatakan, salah satu hal yang mengancam posisi Prabowo adalah adalah kaki tangan Presiden RI-7 Joko Widodo (Jokowi) yang disebutnya saat ini masih bercokol di dalam kekuasaan. Kaki tangan Jokowi kata Gatot bakal terus mengganggu bahkan menjatuhkan Prabowo.
“Seperti Kapolri, itu adalah 'tangannya' Pak Jokowi," kata Gatot dilansir Olenka.id dari saluran Youtube Hersubeno Point, Sabtu (26/9/2026).
Pernyataan mengenai posisi Prabowo yang dinilai sedang berada di pinggir jurang itu disampaikan Gatot merespons gugatan yang dilayangkan Pakar hukum tata negara Denny Indrayana Cs ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyoal proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu. Proses pendaftaran Gibran diduga cacat prosedur lantaran disinyalir tak punya ijazah SMA/SLTA.
"Kalau dari analisa dan keyakinan saya (gugatan Denny Indrayana Cs) akan ditolak," ujarnya.
Gatot mengatakan, ketika MK menolak gugatan itu, Prabowo seharusnya lebih waspada, dirinya benar-benar diintai bahaya, sebab agenda selanjutnya yang bakal dilakukan kaki tangan Jokowi adalah mengupayakan Gibran menjadi Presiden.
Baca Juga: Kubu Prabowo Cuma Jadi Penonton Saat Gibran Diobok-obok, Aroma Pengkhianatan Mulai Terendus
"Posisi Pak Prabowo sangat berbahaya. Kalau gugatan ditolak, langkah selanjutnya adalah bagaimana Gibran menjadi presiden," ujarnya