Laporan terbaru Airbnb, Korea Calling: How K-Culture Is Driving a New Generation of Travelers into Korea, menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia kini tidak hanya tertarik mengunjungi Seoul, tetapi juga semakin mencari pengalaman budaya yang lebih autentik dan mendalam di berbagai destinasi lain di Korea Selatan. Sebanyak 97% wisatawan Indonesia mengatakan bahwa budaya Korea memengaruhi minat mereka untuk mengunjungi Korea Selatan.

Amanpreet Bajaj, Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara & India, mengatakan, "Budaya Korea terus mendorong minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Korea Selatan. Namun yang semakin terlihat saat ini, wisatawan saat ini tidak lagi hanya tertarik pada Kota Seoul atau wisata yang berfokus pada hiburan semata. Ini menjadi kesempatan untuk memastikan minat tersebut dapat diterjemahkan menjadi perjalanan yang lebih bermakna dengan memperluas akses terhadap akomodasi dan pengalaman lokal di luar destinasi yang selama ini paling banyak dikunjungi.”

Baca Juga: Permintaan Wisatawan Asing Meningkat, Pemesanan Hotel di Indonesia Diprediksi Pulih September 2026

Destinasi yang paling diminati wisatawan Indonesia antara lain Busan dan sekitarnya dengan menempati urutan teratas (81%), diikuti oleh Pulau Jeju (58%), Incheon dan Gyeonggi (47%), serta Daegu (39%)1. Ketertarikan terhadap destinasi-destinasi ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari keindahan alam dan pemandangan yang unik (66%), kuliner khas daerah (56%), tradisi dan budaya lokal (41%), hingga lokasi yang muncul dalam drama Korea maupun film (40%).

Akomodasi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pergeseran pola perjalanan ini dengan 84% mengatakan mereka akan pergi ke luar Seoul jika tersedia akomodasi yang sesuai, sementara 70% menyebut ketersediaan homestay menjadi faktor penting dalam memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Ketika ditanya mengenai faktor yang memengaruhi pilihan akomodasi, mereka mengatakan bahwa homestay membuat perjalanan yang lebih lama di Korea Selatan menjadi lebih praktis, dan juga terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal dibandingkan dengan hotel (68%), menunjukkan bagaimana akomodasi kini tidak lagi sekadar tempat menginap, tetap juga menjadi bagian dari pengalaman budaya itu sendiri.

Budaya Korea Doorong Perjalanan Lebih Bermakna 

Sebanyak 83% responden Indonesia mengatakan bahwa budaya Korea, mulai dari K-pop, K-drama, kuliner, hingga kecantikan, memengaruhi aktivitas yang mereka pilih selama berada di Korea Selatan. Daya tarik budaya Korea juga tidak hanya dirasakan oleh generasi muda, tetapi juga oleh generasi lainnya.

K-pop menjadi faktor pendorong utama bagi 64% wisatawan Gen Z dan Milenial, dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih dewasa yang hanya 23%. Sebaliknya, wisatawan yang lebih dewasa cenderung lebih tertarik pada kekayaan warisan budaya Korea (67%) dibandingkan Gen Z (46%). 

Meski terdapat perbedaan minat antargenerasi, terdapat satu hal yang menjadi daya tarik universal: makanan. Pengalaman kuliner muncul sebagai motivasi utama secara keseluruhan (65%), menunjukkan bahwa cita rasa autentik lokal menjadi daya tarik yang relevan bagi wisatawan untuk semua kelompok usia.

Untuk menikmati pengalaman budaya Korea secara lebih mendalam, wisatawan Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 5,5 malam selama berkunjung ke Korea Selatan. Laporan ini juga menemukan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia mencapai lebih dari Rp30 juta per orang per perjalanan, di luar biaya penerbangan. Hasil survei juga menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia lebih sering bepergian dalam grup, di mana 60% responden mengunjungi Korea Selatan bersama pasangan, 42% bepergian bersama keluarga, dan 22% bersama teman. 

Dengan 89% responden Indonesia yang mengatakan kemungkinan akan mengunjungi Korea Selatan dalam lima tahun ke depan, perluasan akses terhadap penginapan dan akomodasi lokal di luar kota-kota besar akan berperan penting dalam membantu wisatawan untuk menemukan lebih banyak destinasi, menginap lebih lama, dan merasakan sisi pengalaman wisata di Korea Selatan yang lebih autentik.