“TAHILALATS telah menciptakan desain yang tidak hanya menunjukkan keunikan Taiwan, namun juga membawa perspektif mendalam kepada masyarakat Indonesia, mengedepankan hubungan emosional antara kedua budaya (Taiwan dan Indonesia),” tutur Mr. Chou.

Dengan gaya desain yang unik dan berciri-khas ala TAHILALATS, mereka berhasil mengembangkan tiga tema utama untuk desain di kendaraan. Seperti Masakan Taiwan, Festival Budaya, dan Destinasi Ikonik. 

Ilustrasi berwarna cerah seperti biru, pink, dan orange tersebut menampilkan sorotan-sorotan seperti Taipei 101, Kereta Gantung Sun Moon Lake, telur dadar tiram, dan bubble tea, serta elemen festival seperti Taiwan Lantern Festival dan Dragon Boat Festival, menawarkan perjalanan visual yang menyegarkan dan imersif melalui Taiwan.

“Kita menginterpretasi elemen-elemen yang ada di setiap aspek itu menjadi ikon-ikon. Jadi, orang awam pun yang mungkin belum pernah berkunjung (ke Taiwan) secara langsung, mungkin dari jauh melihat (mobil dan bus itu) sudah fun di luar, sangat cerah, itu sudah bisa menyenangkan hati. Setelah mendekat, ada tulisan Taiwan. Setelah melihat ikon-ikon itu, orang-orang kita buat, kita ramu visualnya, gimana caranya orang bisa ngebayangin kayak gimana sih di sana gitu. Jadi, kita buat se-simple mungkin sehingga orang yang mungkin tidak tidak terlalu bisa membaca arti visualnya, menge-translate visualnya dengan se-simple mungkin, sehingga orang bisa menangkapnya dengan jelas (lewat desai yang dibuat di kendaraan “Menyala Taiwan-ku”),” tutur komikus TAHILALATS, Nurfadhli Mursyid. 

Baca Juga: Pererat Kerja Sama 2 Negara, Taiwan Expo 2024 Bakal Kembali Hadir di Indonesia, Cek di Sini!

Menariknya, lewat kampanye ini, masyarakat diajak untuk untuk menangkap desain-desain mencolok dari kendaraan mobil dan bus yang mencolok tersebut, kemudian mengunggahnya di media sosial, dan mengikuti kontes khusus untuk kesempatan memenangkan hadiah menarik.

Kampanye “Menyala Taiwan-ku” ini juga memberikan energi baru dalam pemasaran pariwisata Taiwan di Indonesia, semakin memperkuat profil internasional Taiwan yang terus berkembang. Taiwan baru-baru ini menempati posisi ketiga di antara destinasi non-OIC dalam Global Muslim Travel Index 2024, menegaskan komitmen Taiwan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim dan mendapatkan pujian luas dari pengunjung Indonesia.

Indonesia, dengan populasi yang beragam lebih dari 270 juta jiwa, termasuk lebih dari 30 juta orang keturunan Tionghoa dan komunitas Muslim terbesar di dunia, merupakan pasar utama bagi Taiwan. Sejak didirikan Taiwan Tourism Information Center di Jakarta pada awal 2024, biro ini telah meluncurkan berbagai aktivitas promosi untuk meningkatkan visibilitas merek Taiwan. Sebagai hasilnya, dari Januari hingga Agustus 2024, Taiwan menyambut lebih dari 150.000 pengunjung asal Indonesia, mencatatkan pertumbuhan tahunan yang signifikan sebesar 16,39%.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, TTA mengadakan promosi ‘Lucky Taiwan Trip’ yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memenangkan kredit perjalanan NTD 5.000, 

“Kami akan menggandakan entri undian untuk pengunjung yang kembali mulai 1 Oktober 2024, agar meningkatkan peluang mereka memenangkan hadiah. Selain itu, kartu SIM gratis dan berbagai penawaran menarik lainnya akan tersedia untuk membuat perjalanan ke Taiwan semakin menyenangkan. Kami mengundang semua orang untuk merasakan kebahagiaan dan kehangatan berwisata di Taiwan, destinasi yang sempurna untuk keluarga dan teman-teman,” imbuh Mr. Chou.