Pengalaman seorang konsumen saat hendak menjual emas miliknya mendadak viral di media sosial. Pasalnya, emas yang diklaim memiliki kadar 24 karat justru disebut hanya berkadar 16 karat ketika diperiksa di salah satu gerai toko emas JEI.
Cerita tersebut dibagikan oleh akun Threads @ghazalisasq. Dalam unggahannya, ia mengaku mengalami kejadian tersebut bersama sang istri saat mendatangi salah satu cabang JEI di Tangerang Selatan (Tangsel) yang baru dibuka.
Awalnya, ia berniat menjual emas 24 karat miliknya. Namun, hasil pemeriksaan di toko tersebut justru menunjukkan kadar yang jauh berbeda dari keterangan pada surat emas yang dimilikinya.
Tak ingin mengalami kerugian, ia kemudian mencoba menjual emas tersebut ke toko lain. Hasilnya, emas itu justru diterima dengan kadar 24 karat sesuai keterangan pada suratnya.
"Saya ngalamin sendiri sama istri di toko ini..kejadian Minggu lalu disalah satu cabangnya di Tangsel yg baru buka..niat jual emas 24 karat pas di cek ternyata turun jadi 16 karat lahhhhh beda jauh..gak mau rugi banyak akhirnya coba jual di toko biasa dan ternyata laku di 24 karat sesuai dengan suratnya..hahaha," tulis akun @ghazalisasq di Threads, dikutip Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: Cara Seru Mulai Nabung Emas, Ini Tips Asyik Bangun Aset Masa Depan Tanpa Beban
Unggahan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial turut membagikan pengalaman serupa ketika bertransaksi di JEI.
Salah satunya datang dari akun @diarmaryan. Ia mengaku pernah membeli perhiasan emas seharga Rp3,4 juta, tetapi ketika hendak menjualnya kembali ke toko tersebut, emas miliknya hanya ditawar Rp1,8 juta.
Tak hanya soal hasil pengecekan kadar emas, warganet juga mulai mempertanyakan standar tabel karat yang digunakan oleh gerai tersebut. Salah satu konsumen menduga terdapat perbedaan acuan dalam penentuan kadar emas yang diterapkan toko dengan standar yang umum digunakan di pasaran.
Perbincangan semakin ramai setelah sejumlah pengguna media sosial menyoroti penggunaan alat X-ray Fluorescence (XRF), yakni perangkat yang dapat digunakan untuk menganalisis komposisi material, termasuk kandungan logam pada emas.
Akun @tiannoviant yang mengaku pernah memiliki pengalaman selama lima tahun mengoperasikan XRF turut memberikan komentarnya. Ia menyebut hasil pembacaan alat tersebut berpotensi dipengaruhi oleh pengaturan kalibrasi.
Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Investasi Emas Masih Menarik di 2026
"Jiahahahaha,,, dikira XRF ga bisa diakali,,, gue pernah 5 tahun handle XRF. Cara ngakalinnya mah gampang, dikurva kalibrasinya wkwkwkwkw,,, apalagi pakenya yg handheld gun," tulisnya.
Meski begitu, pernyataan tersebut merupakan klaim pribadi dari pengguna media sosial. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pengaturan alat XRF di gerai JEI sengaja dimanipulasi atau menghasilkan pembacaan kadar emas yang tidak akurat.
Ramainya dugaan tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan emas. Akun terverifikasi @sarra_shaskia, misalnya, menyayangkan polemik yang berpotensi membuat konsumen ikut meragukan toko emas lainnya.
"Di luar dr itu, entah brp banyak toko mas yg kena fitnah krn dikira gak jual sesuai dg kadar yg di klaim. Zholim bgt sih ini," tulisnya menanggapi perbincangan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak manajemen maupun pemilik JEI terkait pengalaman konsumen dan berbagai tuduhan yang beredar di media sosial tersebut.