usmile secara resmi menggandeng Raditya Dika sebagai Brand Ambassador di Indonesia. Dengan gaya komunikasi yang ringan dan mudah dipahami, kolaborasi usmile dengan Raditya Dika diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan perawatan gigi dan mulut.

Sebagai brand perawatan gigi dan mulut berbasis sains dan teknologi, usmile menempatkan pencegahan melalui kebiasaan sehari-hari sebagai bagian penting dari pendekatannya. Melalui rangkaian pasta gigi, sikat gigi elektrik, dan pembersih sela gigi, usmile ingin membantu masyarakat memahami bagaimana inovasi dapat mendukung rutinitas perawatan sesuai kebutuhan mereka.

Baca Juga: usmile Optical White Hadirkan Teknologi Koreksi Warna Optik untuk Samarkan Noda Kuning pada Gigi

Michelle, Country Director usmile Indonesia dan Malaysia, mengungkapkan, “Raditya Dika mampu membawakan berbagai topik dengan cara yang menarik, dekat dengan keseharian, dan mudah dipahami. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu masyarakat memahami inovasi perawatan gigi dan manfaatnya dalam rutinitas sehari-hari, sehingga mereka dapat memilih produk sesuai kebutuhan.”

Bagi Raditya Dika, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membicarakan kebiasaan yang dilakukan setiap hari, tetapi sering luput dari perhatian. Dia pun mengakui kegemarannya dalam mengonsumsi kopi atau teh sehingga meningkatkan risiko pada gigi. Lewat serangkaian produk yang dihadirkan usmile, Raditya Dika melihat adanya kesamaan tujuan untuk menyebarkan lebih luas lagi tentang pentingnya memilih produk perawatan gigi sesuai kebutuhan.

"Saya pertama kali mengenal usmile melalui obrolan di podcast bersama Prof. Liu, Chief R&D Scientist, usmile. Di sana, saya bisa bertanya langsung tentang riset di balik produknya dan memahami bagaimana setiap produk dikembangkan untuk kebutuhan yang berbeda. Dari obrolan itu, saya jadi tertarik untuk mengenal usmile lebih jauh. Ketika mendapat tawaran menjadi Brand Ambassador, saya melihatnya sebagai kesempatan untuk melanjutkan obrolan tersebut dan mengajak audiens memahami produk serta sains di baliknya dengan cara yang santai dan mudah dipahami,” ujar Raditya Dika selaku brand ambassador dari usmile Indonesia dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Konferensi pers ini turut menghadirkan drg. Zahrah Almira atau Rara untuk membahas kebiasaan perawatan gigi dan mulut, termasuk area yang kerap terlewat saat membersihkan gigi. “Biasanya orang mulai memperhatikan perawatan gigi karena ingin napas lebih segar atau gigi terlihat lebih putih. Itu bisa menjadi awal yang baik, tetapi kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan. Plak adalah lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Jika menumpuk, plak dapat berkontribusi pada masalah gigi dan gusi,” jelas drg. Zahrah Almira.

drg. Rara menjelaskan bahwa dasar perawatan sehari-hari mencakup menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit dengan pasta gigi berfluorida serta membersihkan sela gigi setiap hari. Saat menyikat, gunakan tekanan lembut dan bersihkan seluruh permukaan gigi, termasuk bagian luar, dalam, permukaan kunyah, dan gigi belakang. Pemilihan produk dan alat pembersih perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi gigi dan gusi.

“Noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel punya penyebab serta cara perawatan yang berbeda. Jadi, penting untuk tahu apa yang ingin kita rawat dan apa fungsi produk yang dipilih. Kalau gusi sering berdarah, bengkak, atau bau mulut terus muncul, sebaiknya periksa ke dokter gigi agar penyebabnya bisa diketahui,” tambahnya.

Mengenali Pilihan Perawatan sesuai Kebutuhan

usmile menghadirkan rangkaian produk berupa pasta gigi, sikat gigi elektrik, dan water flosser untuk perawatan sehari-hari. Setiap pasta gigi memiliki fokus manfaat yang berbeda. Pasta gigi Fresh White, yang dikenal di Indonesia sebagai “odol parfum”, berfokus pada kesegaran mulut dan perawatan noda sehari-hari, sedangkan pasta gigi Repair White menggabungkan pemutihan dengan perawatan enamel melalui kandungan F-CaP dan hydroxyapatite (HAP).

Untuk membantu gigi tampak lebih putih secara instan, usmile juga memiliki pasta gigi Optical White yang menggunakan Natural Purple Corrector melalui koreksi warna optik, disertai papain untuk mendukung perawatan noda. Teknologi ini bekerja pada tampilan warna gigi, dengan mekanisme yang berbeda dari pemutihan melalui bleaching. Sementara itu, pasta gigi Strength White berfokus pada perawatan noda permukaan akibat kopi dan teh, sekaligus melindungi enamel.

Pilihan pasta gigi ini dilengkapi sikat gigi elektrik Y1S yang mendukung kebiasaan menyikat melalui teknologi sonik, tiga mode penggunaan, dan pengingat dua menit. Untuk membantu menjangkau sela gigi, C10 menggunakan aliran air terarah untuk pembersihan yang presisi.

Untuk anak-anak, usmile menghadirkan Q10, sikat gigi elektrik sonik yang dirancang untuk membantu membangun kebiasaan menyikat gigi. Fitur Smart Ring memberikan panduan untuk empat zona penyikatan, dilengkapi pengingat setiap 30 detik dan timer dua menit. Penggunaan setiap produk perlu mengikuti petunjuk masing-masing serta disesuaikan dengan kondisi gigi dan gusi.

“Kami ingin konsumen melihat manfaat inovasi usmile dalam rutinitas mereka sendiri. Bersama Raditya dan didukung edukasi dari dokter gigi, kami berharap perawatan gigi menjadi lebih mudah dipahami dan semakin diperhatikan setiap hari,” tutup Michelle.