Sepanjang 2026 (hingga 31 Agustus), Unit Pengumpul Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Unit Usaha Syariah menyalurkan total dana hingga Rp12,1 miliar dan menjangkau 44.480 penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran tersebut terdiri dari Rp8,3 miliar dana zakat dan Rp3,8 miliar dana kebajikan.
Berdasarkan kelompok penerima zakat atau asnaf, sebanyak 29.935 penerima manfaat berasal dari golongan fisabilillah, 14.373 dari golongan miskin, dan 172 merupakan mualaf. Rudy Basyir Ahmad, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank , mengatakan bahwa penyaluran zakat dan dana kebajikan bukan semata tentang besaran dana, melainkan sejauh mana manfaatnya dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Baca Juga: Top! Pertamina Drilling Borong Penghargaan di CSR Award 2026
"Di balik setiap program ada keluarga, pelajar, pasien, petani, dan pelaku usaha yang mem butuhkan akses dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Oleh arena itu, melalui UPZDK Permata Bank Syariah, kami berupaya memastikan penyaluran dilakukan melalui program yang relevan dan tepat sasaran, mulai dari membuka akses pendidikan dan kesehatan, memperkuat infrastruktur dasar, hingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kami ingin setiap program tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tegas Rudy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
UPZDK Permata Bank Syariah mendukung perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk Jembatan Cisarakan, Jembatan Cibaregbeg serta Madrasah Mathlaul Anwar di Lebak, Banten. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menghadirkan akses yang lebih aman, mendukung mobilitas sehari -hari masyarakat di sekitarnya serta menyediakan ruang belajar yang layak bagi para siswa.
Dukungan juga diberikan melalui Program Kesehatan, yang mencakup layanan preventif, kuratif, maupun dukungan darurat bagi masyarakat kurang mampu. Sepanjang periode, program tersebut mencakup khitanan massal, pengadaan ambulans, serta dukungan operasional klinik hemodialisis yang dilaksanakan bersama mitra seperti Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).
Selain itu, UPZDK Permata Bank Syariah turut hadir dalam penanganan kebencanaan dan kemanusiaan, salah satunya melalui program pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Sumatra. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui Program Rumah Sehat Layak Huni (RUSLI) bersama LAZ Al Azhar untuk membantu penyediaan hunian yang lebih layak bagi keluarga terdampak, termasuk penerima manfaat di Aceh Tamiang.
Sementara di bidang pendidikan, dukungan diberikan melalui beasiswa anak, beasiswa mahasiswa, serta kegiatan pembinaan keagamaan, termasuk bantuan bagi penerima manfaat yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, UPZDK Permata Bank Syariah juga mendorong agar dukungan yang diberikan dapat berkembang menjadi kesempatan untuk membangun kemandirian ekonomi. Salah satunya melalui Patriot Ketahanan Pangan, yang bertujuan mempe rkuat kapasitas petani dan penggerak pertanian agar mampu mengembangkan usaha sekaligus ikut menggerakkan masyarakat di daerahnya.
Program pemberdayaan lainnya mencakup Peternakan Komunal, yang menyediakan fasilitas peternakan terstandar untuk membantu meningkatkan produktivitas ternak domba dan kambing sekaligus memperkuat potensi pendapatan kelompok peternak. Sementara melalui Kantin Kontainer, mahasiswa penerima manfaat memperoleh fasilitas usaha yang dilengkapi dengan pendampingan untuk membantu mengembangkan kegiatan usaha dan memperoleh tambahan pendapatan guna mendukung kebutuhan pendidikan.
Secara keseluruhan, program UPZDK Permata Bank Syariah telah menjangkau 16 provinsi di Indonesia dengan jumlah penerima manfaat antara lain mencapai 24.454 jiwa di Jawa Barat, 7.604 jiwa di DKI Jakarta, 2.881 jiwa di Jawa Tengah dan sebanyak 9.541 jiwa tersebar di 13 provinsi lainnya.
“Bagi Permata Bank, kontribusi ini merupakan bagian dari upaya untuk membuka akses dan memperluas peluang bagi masyarakat. Harapan kami, semakin banyak penerima manfaat yang tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga memiliki bekal dan kesempatan untuk mem bangun masa depan yang lebih mandiri,” tutup Rudy.