United Tractors Bukukan Laba Bersih Rp19,5 Triliun di Tahun 2024PT United Tractors Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp134,4 triliun selama tahun 2024, naik 5% dari Rp128,6 triliun pada periode yang sama di tahun 2023. Pendapatan bersih tersebut terutama berasal dari segmen Kontraktor Penambangan sebesar Rp58,0 triliun, 8% lebih tinggi dari tahun 2023; Rp37,3 triliun dari segmen Mesin Konstruksi, 2% lebih tinggi dari tahun 2023; Rp26.0 triliun dari segmen Pertambangan Batubara Termal dan Metalurgi, 15% lebih rendah dari tahun 2023; serta Rp9,9 triliun dari segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya, 90% lebih tinggi dari tahun 2023.
Pada kuartal keempat tahun 2023, United Tractors memasuki bisnis nikel dan sedang dalam proses pengembangan aset nikel tersebut. Sementara itu, laba bersih United Tractors pada tahun 2024 turun 5% dari Rp20,6 triliun menjadi Rp19,5 triliun. Hal itu terutama disebabkan oleh laba kotor yang lebih rendah dari bisnis pertambangan batu bara termal dan metalurgi serta peningkatan beban bunga.
Baca Juga: Laba Bersih BCA Digital Melonjak 134,5% secara Tahunan pada 2024
Segmen Usaha Mesin Konstruksi
Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 16% menjadi 4.420 unit yang disebabkan penurunan di sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan. Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu sebesar 26%, mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di sektor pertambangan.
Penjualan Scania, terutama dari truk turun dari 715 unit menjadi 436 unit dan penjualan produk UD Trucks turun dari 272 unit menjadi 234 unit, disebabkan oleh penurunan permintaan terutama di sektor pertambangan. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit meningkat sebesar 1% menjadi Rp11,6 triliun. Total pendapatan bersih dari Mesin Konstruksi meningkat 2% menjadi Rp37,3 triliun, terutama disebabkan oleh bauran produk dan pendapatan yang lebih tinggi dari suku cadang dan jasa.
Segmen Usaha Kontraktor Penambangan
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). PAMA dan KPP Mining (PAMA Grup) menyediakan jasa pertambangan untuk pemilik konsesi tambang dengan membantu mereka dalam produksi batu bara dan mineral lainnya, dan pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal).
Sampai dengan triwulan keempat 2024, PAMA Grup mencatat peningkatan volume pekerjaan pemindahan tanah sebesar 5% menjadi 1.217 juta bcm dan peningkatan volume produksi batu bara untuk para kliennya sebesar 15% menjadi 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 8,2x.
Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi
Segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources). Di tahun 2024, tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 10,2 juta ton, termasuk 3,2 juta ton batu bara metalurgi. Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 13,1 juta ton, 11% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara turun sebesar 15% menjadi Rp26,0 triliun dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.
Segmen Usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
Segmen usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 90% menjadi Rp9,9 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan Harga jual rata-rata emas.
Usaha pertambangan emas Perseroan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR), yang mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 232 ribu ons, 32% lebih tinggi dari tahun lalu. PTAR mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Martabe mencatatkan penjualan setara emas sebesar 230 ribu ons atau naik 31% dibandingkan tahun lalu.
SJR mengoperasikan tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. SJR mencatatkan 1,8 ribu ons penjualan setara emas karena baru saja memulai penjualan pada triwulan keempat tahun 2024.
Sementara itu, PT Stargate Pasific Resources (SPR) mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. SPR mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 1.975 ribu wet metric ton (wmt) sampai triwulan keempat tahun 2024 yang terdiri dari 693 ribu wmt saprolit dan 1.282 ribu wmt limonit.
Nickel Industries Limited (NIC) yang dimiliki sebesar 19,99% merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia. Perseroan mencatat equity income dari NIC untuk periode 12 bulan sejak kuartal terakhir tahun 2023 sampai dengan sembilan bulan pertama tahun 2024. Operasional RKEF NIC melaporkan penjualan 34,4 ribu ton logam nikel pada kuartal keempat tahun 2023 dan 96,3 ribu ton logam nikel dalam sembilan bulan pertama di tahun 2024.