PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Denpasar–Phuket pada Rabu (9/9), menghubungkan Bali dan Phuket melalui penerbangan nonstop. Kehadiran rute ini memberikan alternatif perjalanan bagi wisatawan yang ingin menikmati dua destinasi dalam satu rangkaian perjalanan, sekaligus membuka akses yang lebih luas untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Indonesia dan Asia.

Konektivitas langsung antara Bali dan Phuket membuka peluang bagi wisatawan untuk menikmati pengalaman island-hopping yang lebih seamless. Kehadiran penerbangan langsung membuat wisatawan dapat menggabungkan keduanya dalam satu itinerary dengan lebih praktis. Perjalanan dapat dimulai dari Bali untuk menikmati pantai, budaya, kuliner, hingga berbagai aktivitas wisata, kemudian dilanjutkan ke Phuket untuk mengeksplorasi kawasan pesisir, kehidupan pulau, dan pengalaman khas Thailand.

Baca Juga: Tanggapan Transnusa Airlines di Tengah Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

"Bali dan Phuket memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata dengan karakter yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Melalui koneksi langsung ini, kami ingin memberikan lebih banyak ruang bagi wisatawan untuk menyusun perjalanan sesuai dengan minat dan waktu yang mereka miliki," ujar Datuk Bernard Francis, CEO Transnusa Group.

Rute Bali–Phuket sekaligus menjadi bagian dari pengembangan Bali sebagai salah satu titik penting dalam jaringan penerbangan Transnusa. Dari Bali, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi di Indonesia yang menawarkan pengalaman berbeda, termasuk Wakatobi, Bima, Lombok, dan Manado.

Wakatobi menawarkan kekayaan bawah laut yang menjadi daya tarik bagi pencinta wisata bahari, sementara Bima dikenal dengan lanskap alam dan kekayaan budaya lokalnya. Lombok menghadirkan kombinasi pantai dan panorama alam, sedangkan Manado menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan laut serta kekayaan alam Sulawesi Utara.

Dengan pilihan tersebut, Bali tidak hanya menjadi tujuan perjalanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang untuk mengenal beragam wajah pariwisata Indonesia. Wisatawan mancanegara yang datang melalui Bali pun memiliki lebih banyak kesempatan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk membuka akses menuju keindahan luar biasa dari destinasi-destinasi tersembunyi di Indonesia. Setiap destinasi memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda, dan dengan memperluas jaringan domestik secara langsung dari Bali, kami memberikan akses yang lebih mudah bagi wisatawan global untuk menjelajahi pulau-pulau yang masih alami dan belum banyak tersentuh," kata Datuk Bernard.

Untuk tahap awal, penerbangan Denpasar–Phuket beroperasi empat kali dalam sepekan, yaitu setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Mulai 3 Oktober 2026, frekuensi penerbangan akan ditingkatkan menjadi setiap hari.

Penerbangan menggunakan Airbus A320 berkapasitas 174 penumpang dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Penerbangan Transnusa 8B 541 akan berangkat dari Bali pada pukul 11.30 WITA dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan tiba di Bandara Internasional Phuket pada pukul 14.35 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan kembali 8B 542 akan berangkat dari Bandara Internasional Phuket pada pukul 15.35 dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada pukul 20.35 WIT 

Tiket penerbangan Bali–Phuket tersedia dengan harga mulai dari Rp2.399.000 sekali jalan dan dapat dipesan melalui situs resmi Transnusa di transnusa.co.id maupun berbagai agen perjalanan online.

Untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan penumpang, Transnusa menyediakan pilihan layanan SEAT, SEAT-PLUS, dan FLEXI-PRO. Pilihan SEAT mencakup bagasi tercatat 20 kilogram dan bagasi kabin 7 kilogram. Sementara itu, FLEXI-PRO menawarkan bagasi tercatat hingga 30 kilogram, pemilihan kursi, makanan dan minuman, priority boarding, serta fasilitas perubahan jadwal dan refund.