Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap ada tiga jenis penyakit yang paling banyak diderita para pemudik lebaran 2026. Data Kemenkes yang dihimpun sejak 13 hingga 23 Maret 2026 menyebut mayoritas pemudik yang memeriksa kesehatannya di pos pelayanan kesehatan yang berada di sejumlah titik di jalur mudik ditemukan tiga penyakit yang mayoritas diderita para pemudik, ketiga penyakit itu yakni: hipertensi, gastritis, dan cephalgia.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis yang kerap dijuluki sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala awal. Sementara gastritis adalah peradangan pada dinding lambung yang ditandai dengan nyeri ulu hati, mual, dan kembung. Lalu cephalgia merupakan istilah medis untuk sakit kepala yang dapat dirasakan di area kepala, wajah, hingga leher, dengan tingkat nyeri yang bervariasi.
Baca Juga: Mengenal Siti Nadia Tarmizi, Wajah Komunikasi Kesehatan dari Kemenkes
“Dari data kumulatif tersebut, ditemukan tiga penyakit terbanyak yaitu hipertensi, gastritis, dan cephalgia,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam keterangannya Rabu (25/3/2026).
Aji menjelaskan, lonjakan kasus tertinggi terjadi pada pertengahan Maret. Pada 16 Maret tercatat sebanyak 4.998 kasus, disusul 17 Maret dengan 4.437 kasus, serta 18 Maret dengan 4.287 kasus.
“Setelah itu trennya cenderung menurun, dengan angka maksimal di kisaran 3.000 kasus per hari,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melakukan pemantauan langsung ke Posko Kesehatan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan selama arus mudik.
Dalam kunjungan tersebut, Dante menegaskan bahwa hipertensi menjadi kasus kesehatan paling dominan, disusul diabetes dan influenza.
Ia memastikan seluruh pemudik yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan secara gratis.
“Jumlah pemudik di Jakarta diperkirakan mencapai 680.000 orang, khususnya pengguna kereta api. Di Stasiun Gambir sendiri sekitar 63.000 orang. Jika ada yang sakit selama perjalanan, ini bisa menjadi masalah besar,” ujarnya.
Selain penumpang, kesehatan petugas operasional juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan data pemeriksaan internal PT KAI, sebanyak 277 petugas telah menjalani skrining kesehatan.
Hasilnya, 125 orang dinyatakan laik, 133 orang laik dengan catatan, dan 19 orang tidak laik bertugas.
“Ini penting karena kesehatan petugas, terutama masinis dan teknisi, sangat menentukan keselamatan perjalanan,” tambahnya.
Posko Kesehatan Stasiun Gambir sendiri telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari pemeriksaan umum, cek tekanan darah, gula darah, hingga layanan kesehatan gigi.
Pemudik juga diimbau memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tersedia.
Terkait kondisi cuaca, Dante mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai panas ekstrem yang berpotensi menyebabkan heatstroke.
“Pastikan cukup minum, hindari paparan panas berlebih, dan gunakan pelindung diri. Bagi musafir yang berpuasa namun tidak kuat, diperbolehkan tidak berpuasa demi menjaga kondisi tubuh,” pungkasnya.