Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan pernyataan menohok bagi para mantan presiden yang tergila-gila dengan kekuasaan setelah purna tugas, presiden yang terus menghamba pada kekuasaan setelah pensiun tidak layak disebut sebagai negarawan sebab isi kepala mereka hanya memikirkan Pemilihan Umum dan bagaimana caranya menenangkan hajatan itu untuk kembali berkuasa walau itu lewat tangan orang lain.
Negarawan sejati sama sekali tidak memikirkan hal itu, kepentingan politik pribadi dan golongannya, negarawan adalah mereka yang mendedikasikan diri bagi nusa dan bangsa, mereka memikirkan kemaslahatan bangsa jauh ke depan.
Baca Juga: Dinasti Jokowi Sudah Kelar! Gibran Hanya Menunggu Diseret Keluar Istana
"Negarawan itu tidak harus mantan presiden. Bukan semua (mantan presiden) bisa menjadi negarawan kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Country over party, country first (Negara di atas partai, negara yang utama)," kata SBY dilansir Rabu (14/10/2026).
Pada kondisi tertentu, figur yang selama ini kerap dianggap sebagai negarawan kata SBY justru menunjukan sikap acuh pada kepentingan bangsa, ia menomorsatukan kepentingan politik pribadinya di atas kepentingan bangsa.
"Jangan dibalik. Jangan partai politik diutamakan dan negaranya belakangan. Wrong (salah)," tegasnya.
"Ada kata-kata 'loyalty to my party ends when loyalty to my country begins' (loyalitas kepada partai saya akan berakhir ketika loyalitas kepada negara dimulai)," ucap SBY mengutip sebuah adagium politik universal.
Menurut SBY keinginan untuk terus berkuasa seharusnya dilepas dan dibuang jauh-jauh oleh orang-orang yang dianggap sebagai negarawan, beda ceritanya jika karier politik seseorang masih berada di tahap kepala daerah atau anggota DPR, keinginan memenangkan kontestasi politik berikutnya memang harus terus dipupuk, tetapi ketika sudah berada di level kepala negara, tak elok rasanya jika terus memikirkan kekuasaan setelah purna tugas.
Baca Juga: Jebolan MDIS Macam Gibran Sukar Cari Kerja di Singapura, Eh… Di Indonesia Malah Jadi Wapres Dong!
"Politisi biasanya yang dipikirkan pemilihan umum berikutnya. Kalau gubernur, bupati, wali kota, presiden, semoga terpilih kembali. Itu sah dan tidak salah. Anggota DPR RI, DPD, DPRD, terpilih kembali, tidak salah. Tapi negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan. Itulah negarawan," pungkasnya.