Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengungkap biang kerok banjir besar yang melumpuhkan kota tersebut dalam beberapa hari belakangan ini.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bekasi Priadi Santoso mengatakan, penyebab utama banjir terbesar yang melumpuhkan delapan kecamatan itu disebabkan berbagai faktor, salah satunya karena intensitas hujan yang terlampau tinggi.
"Penyebab banjir ini adalah intensitas hujan yang luar biasa di hulu," kata Priadi Santoso kepada wartawan Kamis (6/3/2025).
Tingginya intensitas hujan membuat berbagai fasilitas penanggulangan banjir di Kota Bekasi tak mampu menampung debit air yang terus naik, di mana tinggi muka air di Kali Bekasi mencapai 875 sentimeter (cm) yang melebihi kapasitas tanggul setinggi delapan meter, sehingga air meluap ke pemukiman warga.
"Kali Bekasi sangat tinggi, dan tanggul setinggi 8 meter tidak mampu menahan debit air yang meluap," jelasnya
Luapan air dari Kali Bekasi kemudian menerjang sejumlah permukiman di sekitarnya, bahkan luapan kali ini juga turut merendam beberapa kawasan yang jauh dari area kali seperti kawasan Duren Jaya, Bekasi Timur, serta Perumnas 2, Bekasi Selatan.
Baca Juga: Jabodetabek Dikepung Banjir, Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Warga
Dia lantas membandingkan peristiwa banjir kali ini dengan kejadian serupa pada 2020 dan menyebut banjir kali ini lebih besar dan merusak dibandingkan sebelumnya.
"Drainase yang terhubung dengan Kali Bekasi berisiko meluap yang turut memperburuk banjir," tutupnya.