Selain membangun kedekatan melalui kebersamaan, Nikita dan Indra juga menyadari bahwa orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak, termasuk dalam hal pola konsumsi.

Menurut Indra, anak cenderung belajar dari apa yang mereka lihat dan dilakukan orang tua setiap hari.

Karena itu, ketika ingin membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat pada anak, ia dan Nikita memilih untuk memberikan contoh terlebih dahulu, termasuk melalui pilihan makanan yang tersedia di rumah.

“Anak itu kan mencontoh orang tuanya banget. Jadi kita ingin anak kita makan seperti apa, itu kita lakukan dulu. Kita nggak bisa berharap anak kita nggak mau makan gula-gulaan yang tinggi, tapi sementara di rumah kita makan itu terus dan kita simpan stok-stok makanan yang seperti itu di rumah. It doesn't work like that,” imbuh Indra.

Dikatakan Indra, perubahan kebiasaan perlu dimulai dari orang tua. Ketika anak melihat pola hidup dan pilihan makanan yang diterapkan dalam keseharian, mereka akan lebih mudah memahami sekaligus mengikuti kebiasaan tersebut.

“Jadi menurut aku yang berubah kitanya dulu. Kita pengen anak kita pola makannya seperti apa, hidup sehat seperti apa, kita coba dulu contohkan seperti itu. Jadi kalau misalkan anak sudah melihat orang tuanya seperti itu, kayaknya lebih mudah lagi untuk mengikutinya,” lanjutnya.

Prinsip tersebut juga berusaha diterapkan ketika keluarga sedang berada di luar rumah. Pilihan makanan yang lebih sehat tetap menjadi perhatian, sembari menjadikan kebiasaan tersebut sebagai contoh bagi anak.

Di tengah berbagai cara yang dilakukan untuk menjaga kebersamaan keluarga, Nikita juga mengaku semakin memahami makna kebahagiaan seorang ibu setelah memiliki anak. Baginya, kondisi ibu turut memengaruhi suasana di dalam rumah.

“Happy mom, happy family. Saya juga baru mengerti apa arti kalimat itu semenjak jadi ibu. Saya benar-benar baru merasakan kalau ibu happy, anak-anak jadi lebih happy. Suami juga happy. Jadi, kalau ibunya happy, satu rumah jadi happy,” tandasnya.

Baca Juga: Parenting ala Nikita Willy: Ciptakan Rutinitas yang Konsisten untuk Anak, Ibu Jadi Bisa Me Time