Industri modest fesyen Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ke tingkat internasional. Tidak hanya mengandalkan kreativitas desainer, penguatan industri ini juga membutuhkan ekosistem bisnis yang terintegrasi, mulai dari pembinaan pelaku usaha hingga perluasan akses ekspor.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) X Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Mengusung tema "Indonesia's Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business", ajang ini tidak hanya menghadirkan peragaan busana, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis melalui berbagai kegiatan, termasuk business matching wastra.
Baca Juga: 200 Desainer Unjuk Karya di IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Intip Arah Tren Modest Fesyen 2027/2028
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat posisinya dalam industri modest fashion global.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion. Menurut Aida, pencapaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekosistem industri agar pelaku usaha nasional mampu memenuhi kebutuhan pasar global dari sisi kualitas maupun kuantitas.
"Jadi, Indonesia harus tetap menjadi pemain utama dan penentu tren modest fashion dunia. Tetapi, bagaimana kita dapat mewujudkan ini? Dengan membangun ekosistem modest fashion yang terintegrasi," papar Aida.
Perkuat Ekosistem dari Hulu hingga Hilir
Untuk memperkuat industri modest fashion, Bank Indonesia mengambil peran dari sektor hulu melalui pembinaan perajin wastra dan pelaku usaha fesyen. Salah satunya dilakukan melalui platform IKRA Indonesia yang didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia di berbagai wilayah.
Pembinaan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk modest fashion, edukasi mengenai proyeksi tren, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha.
Sementara itu, dari sektor hilir, Kementerian Perdagangan memaksimalkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, seperti Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan.
Jaringan tersebut dimanfaatkan untuk memperluas promosi, membuka akses pasar, memfasilitasi business matching, serta mendorong produk ready-to-wear berbasis wastra agar dapat masuk ke jaringan pembeli di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Keren! Indonesia Mantap Jadi Global Modest Fashion Sourcing Hub Lewat Sinergi IN2MOTIONFEST dan JMFW
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan pemerintah mendorong pelaku industri modest fashion Indonesia untuk memperluas pasar domestik dan internasional melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern serta penjajakan bisnis ekspor.
"Kementerian Perdagangan mendorong pelaku industri modest fashion Indonesia memperluas pasar domestik dan internasional melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern serta penjajakan bisnis ekspor untuk meningkatkan daya saing produk nasional," ujar Budi.
Catat 165 Kesepakatan Bisnis
Peluang ekspansi industri modest fashion juga terlihat dari capaian business matching dalam IN2MOTIONFEST X JMFW 2026. Selama penyelenggaraan, kegiatan business matching wastra berhasil mencatat 165 kesepakatan bisnis.
Capaian tersebut didukung berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, desainer, dan pemangku kepentingan industri. Secara keseluruhan, ajang ini menghadirkan 20 peragaan busana, melibatkan 200 desainer nasional dan internasional, serta menampilkan 1.796 koleksi karya dari lebih dari 249 UMKM.
Area exhibition juga berhasil menarik lebih dari 10.839 pengunjung. Selain itu, terdapat seminar, masterclass, workshop, serta industry forum and summit yang menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan membahas perkembangan industri modest fashion.
Tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, pengembangan modest fashion juga membuka peluang bagi sektor pariwisata, khususnya wisata belanja atau shopping tourism.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menilai kekayaan wastra Indonesia dapat menjadi daya tarik untuk memperkenalkan jenama lokal kepada wisatawan sekaligus mendorong aktivitas belanja.
Melalui peragaan busana, pameran, trade show, dan business matching, produk fesyen berbasis budaya Indonesia diharapkan semakin dikenal dan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung serta berbelanja di Tanah Air.
Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Pasar Global
Penguatan industri modest fashion juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pengembangan kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan desainer menjadi bagian penting untuk menghubungkan karya kreatif nasional dengan pasar global.
Sementara itu, Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, menekankan tiga hal penting dalam pengembangan industri modest fashion dan wastra Indonesia, yakni kolaborasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara kementerian, lembaga, serta pelaku industri perlu terus diperkuat untuk melahirkan inovasi dan kreasi baru sekaligus meningkatkan daya saing industri.
Dengan dukungan ekosistem yang terintegrasi, modest fashion Indonesia diharapkan tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga semakin mampu memperluas jangkauan bisnis dan memperkuat posisinya di pasar internasional.