Pengetahuan tersebut dapat membantu mengidentifikasi peluang pemanfaatan energi bersih yang layak secara komersial, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian setempat. Pemanfaatan energi terbarukan, misalnya, dapat mendukung peningkatan produktivitas perikanan, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, dan memperkuat rantai distribusi produk laut.

Sun to Sea sendiri dirancang untuk memanfaatkan sistem energi bersih terdesentralisasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir sekaligus mendukung beragam sumber penghidupan lokal. Sistem tenaga surya yang dipadukan dengan baterai dapat menyediakan pasokan energi bagi kegiatan produktif dan layanan esensial, termasuk perikanan, budi daya laut, dan pertanian.

Inisiatif ini juga mencakup pengembangan sistem rantai dingin dan pengeringan berbasis tenaga surya. Kedua solusi tersebut berpotensi membantu menjaga kualitas hasil perikanan, mengurangi kerugian setelah panen, serta meningkatkan nilai jual produk melalui pengolahan dan penyimpanan yang lebih baik.

Di luar sektor ekonomi, Sun to Sea turut menjajaki peluang pengembangan ekowisata dan restorasi ekosistem. Pendekatan ini diharapkan dapat menghubungkan pemanfaatan energi bersih dengan upaya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap tekanan iklim dan ekonomi.

Chief Executive Officer Global Energy Alliance for People and Planet, Woochong Um, menegaskan bahwa transisi energi perlu memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menyediakan sumber listrik. Menurut dia, energi bersih dapat menjadi pendorong penguatan penghidupan masyarakat, sistem pangan, dan ketahanan komunitas pesisir.

“Sun to Sea berangkat dari keyakinan bahwa transisi energi dapat menjadi faktor penting bagi pembangunan yang lebih luas, mulai dari memperkuat penghidupan masyarakat dan sistem pangan hingga meningkatkan ketahanan komunitas yang rentan terhadap tekanan iklim dan ekonomi,” kata Um.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir saling berkaitan sehingga membutuhkan kerja sama antara lembaga filantropi, mitra pembangunan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat setempat.

“Melalui kemitraan yang menyatukan beragam perspektif dan keahlian, kita memiliki peluang untuk menunjukkan bagaimana energi bersih dapat mendukung perekonomian pesisir yang lebih produktif dan tangguh, sekaligus mengembangkan pendekatan yang berpotensi diterapkan dalam skala yang jauh lebih besar,” pungkasnya.

Baca Juga: Mendorong Transisi Energi dan Hilirisasi sebagai Strategi Indonesia Terbebas dari Middle Income Trap