Ketika alarm berbunyi di pagi hari, godaan untuk menekan tombol snooze demi mendapatkan tambahan waktu tidur 5–10 menit sangat sulit dilawan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh sesi tidur seseorang diakhiri dengan menekan tombol snooze.
Penyebab utamanya adalah sleep inertia, yaitu periode transisi dan kebingungan saat tubuh berpindah dari fase tertidur pulas ke kondisi sadar sepenuhnya. Kondisi ini membuat otak sulit berpikir jernih, sehingga keputusan tercepat yang diambil adalah menambah waktu tidur.
Lantas, apakah kebiasaan menekan snooze ini aman bagi kesehatan tidurmu, atau justru berbahaya? Yuk, intip beberapa dampak buruknya bagi tubuh, seperti dikutip dari laman Health, Minggu (30/8/2026).
Tidur Menjadi Ringan dan Terfragmentasi
Setelah menekan snooze, tubuh hanya akan kembali ke fase tidur ringan (drowsy) dan sering terbangun berulang kali. Ini tidak memberikan efek pemulihan energi yang maksimal (deep sleep).
Mencegah Terbangun dari Fase Tidur Nyenyak
Sisi positifnya, menekan snooze secara perlahan dapat mencegahmu terbangun secara mendadak dari fase tidur terdalam, fase tidur yang paling sulit ditinggalkan dan kerap memicu rasa pusing berlebih.
Riset tahun 2024 bahkan menemukan bahwa menekan snooze selama 30 menit tidak mengganggu atau justru sedikit meningkatkan performa tes kognitif sesaat setelah bangun dibandingkan alarm yang berbunyi mendadak.
Baca Juga: Cara Tidur Siang Singkat agar Tubuh Kembali Segar dan Lebih Fokus
Kapan Kebiasaan Snooze Menjadi Tanda Bahwa Tubuhmu Bermasalah?
Menekan tombol snooze sebenarnya tergolong wajar, terutama bagi tipe orang yang aktif di malam hari. Namun, jika kamu merasa wajib menekan snooze berulang kali atau sangat kesulitan bangun setiap pagi, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa kamu mengalami kurang tidur kronis.
Kesulitan bangun pagi yang terus-menerus juga bisa mengindikasikan adanya gangguan tidur mendasar, seperti obstructive sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur) atau idiopathic hypersomnia (rasa kantuk berlebih di siang hari).
4 Tips Menghentikan Kebiasaan Tekan Snooze
Jika ingin bangun pagi dengan kondisi tubuh yang lebih segar dan jadwal harian yang tidak terganggu, terapkan kebiasaan sleep hygiene berikut:
- Majukan Jam Tidur Secara Bertahap: Usahakan untuk tidur lebih awal. Matikan layar gawai (screen time) satu jam sebelum tidur atau mandi air hangat untuk membantu tubuh rileks.
- Jagalah Jam Bangun yang Konsisten: Bangun di jam yang sama setiap hari membantu mengatur jam biologis (ritme sirkadian) tubuh agar terbiasa bangun tanpa rasa berat.
- Letakkan Alarm di Luar Jangkauan Tangan: Taruh ponsel atau jam alarm di seberang tempat tidur. Bergerak secara fisik dari tempat tidur untuk mematikan alarm membantu memotong rasa kantuk (sleep inertia) dengan cepat.
- Dapatkan Paparan Cahaya Matahari Segar: Buka tirai kamar segera setelah bangun. Paparan cahaya alami memberi sinyal pada otak bahwa hari sudah pagi sekaligus menjaga kesehatan ritme sirkadian.
Menekan tombol snooze sesekali adalah hal yang lumrah untuk membantu transisi tubuh saat bangun pagi. Namun, mengandalkan snooze berulang kali bukan merupakan solusi jangka panjang untuk menggantikan waktu tidur berkualitas yang hilang.