Kenapa Makan Sambil Nonton Bisa Bikin Tak Sadar?
Salah satu penjelasannya berkaitan dengan perhatian. Ketika mata dan pikiran sibuk mengikuti adegan dramatis, percakapan menarik, atau konten media sosial yang terus bergulir, proses makan bisa berlangsung lebih otomatis.
Alih-alih benar-benar memperhatikan setiap suapan dan seberapa puas setelah makan, perhatian justru lebih banyak tertuju pada apa yang sedang ditonton. Akibatnya, seseorang mungkin lebih mengandalkan isyarat dari luar, seperti makanan di piring yang sudah habis atau episode yang telah berakhir, daripada memperhatikan sinyal dari tubuh.
Menariknya, sebuah eksperimen yang diterbitkan di National Library of Medicine pada 2024 melibatkan 137 peserta untuk melihat apakah latihan kesadaran singkat dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi saat menonton televisi.
Baca Juga: Aman atau Bahaya? Ini Aturan Penting Makan Ikan Tuna bagi Ibu Hamil
Hasilnya, latihan tersebut memang meningkatkan kesadaran peserta, tetapi tidak secara signifikan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi selama aktivitas makan sambil menonton.
Para peneliti pun menyebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami kapan dan bagaimana perhatian secara sadar dapat memengaruhi perilaku makan.
Perlukah Berhenti Menonton Saat Makan?
Tidak selalu. Penelitian tersebut lebih tepat dijadikan pengingat untuk lebih memperhatikan kebiasaan makan, bukan berarti layar harus sepenuhnya dihindari saat waktu makan.
Sesekali, cobalah makan tanpa ditemani layar dan fokus pada makanan yang disantap, seberapa cepat kamu makan, serta bagaimana kondisi tubuh selama makan berlangsung. Dengan begitu, kamu mungkin akan menyadari bahwa perbedaannya bukan terletak pada makanan yang dikonsumsi, melainkan pada seberapa baik kita mengenali momen ketika tubuh mulai memberi tahu bahwa kita sudah cukup makan.
Sinyal kenyang tersebut sebenarnya sederhana, tetapi bisa dengan mudah terlewat ketika perhatian kita sedang tertuju pada hal lain.
Semoga bermanfaat!